Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Diduga Keluar dari TNKS, Harimau Mangsa 17 Kerbau Warga di Ulu Rawas

Diduga Keluar dari TNKS, Harimau Mangsa 17 Kerbau Warga di Ulu Rawas
Kondisi kerbau yang mati akibat dimangsa harimau di Muratara. (Dok. IDN Times)
Intinya Sih
  • Ada jejak kaki harimau ditemukan di area persawahan hingga perkebunan

  • Keberadaan harimau biasanya dipicu oleh ketersediaan makanan

  • Harimau yang berkeliaran itu diduga masih berusia muda

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Musi Rawas Utara, IDN Times - ‎Belasan Kerbau milik warga Desa Kuto Tanjung dan Desa Napalicin Kecamatan Ulu Rawas Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) dilaporkan mati diterkam harimau. Kejadian terbaru, kerbau warga kembali diterkam hewan buas tersebut pada Rabu (20/5/2026).

Warga menduga harimau tersebut keluar dari kawasan hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang lokasinya tidak jauh dari permukiman dan perkebunan masyarakat. Teror harimau ini membuat warga setempat takut beraktivitas di luar rumah terutama di kebun.

Sejak April 2026, tercatat sudah ada 17 ekor kerbau yang dimangsa harimau. Rinciannya 13 ekor kerbau milik warga Desa Kuto Tanjung, dan 4 ekor kerbau milik warga Desa Napalicin.

1. Ada jejak kaki harimau ditemukan di area persawahan hingga perkebunan

ilustrasi harimau mencakar pohon (pexels.com/Flickr)
ilustrasi harimau mencakar pohon (pexels.com/Flickr)

Kepala Desa Kuto Tanjung, Ahmad Syukri mengatakan, serangan satwa liar dilindungi ini bukan yang pertama kali terjadi di wilayahnya. Kemunculan si loreng sudah mengkhawatirkan masyarakat setempat karena lokasinya yang sudah mendekati area perkampungan penduduk.

"Ada jejak kaki harimau yang sering ditemukan di area persawahan hingga perkebunan milik warga. Bahkan beberapa warga mengaku sempat berpapasan langsung dengan harimau di perkampungan," ujarnya.

2. Keberadaan harimau biasanya dipicu ketersediaan makanan

ilustrasi harimau (pixabay.com/andibreit)
ilustrasi harimau (pixabay.com/andibreit)

Camat Ulu Rawas M Darmawan juga membenarkan adanya teror harimau tersebut. Ia mengimbau masyarakat tetap waspada karena satwa liar itu diduga masih berada di sekitar kawasan hutan.

"Keberadaan harimau biasanya dipicu oleh ketersediaan makanan. Kami mendapat informasi harimau tersebut berasal dari hutan TNKS. Kita sudah imbau kepada warga agar berhati-hati saat berada di dekat wilayah itu," jelasnya.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Sumsel, Yusmono mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali turun ke lokasi bersama pihak TNKS.

"Kita mengecek langsung dengan pihak TNKS juga, terus kita cek titik-titik lokasi ternak yang mati. Berdasarkan penelusuran petugas, kerbau-kerbau itu memang diliarkan oleh masyarakat dan kadang jauh dari pemukiman hingga ke bukit dan hutan. Sementara di sana dekat dengan kawasan TNKS yang merupakan habitat harimau," katanya.

3. Harimau yang berkeliaran diduga masih berusia muda

ilustrasi harimau (pixabay.com/Grey85)
ilustrasi harimau (pixabay.com/Grey85)

Yusmono menambahkan, pihaknya juga telah memasang kamera trap untuk memantau pergerakan harimau tersebut.

"Kemarin kita sudah memasang kamera trap untuk memprediksi pergerakan harimau itu ke mana arahnya dan sampai sekarang masih dianalisis," ungkapnya.

Dari hasil identifikasi sementara, Yusmono mengungkapkan harimau yang berkeliaran itu diduga masih berusia muda jika dilihat dari jejaknya. Besar kemungkinan hewan tersebut masih bereksplorasi di hutan tersebut untuk mencari makan.

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak lagi melepas ternak terlalu jauh ke kawasan hutan dan berhati-hati saat beraktivitas di sekitar TNKS. Jangan terlalu malam atau terlalu pagi juga," ucapnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing

Latest News Sumatera Selatan

See More