Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sumsel Inflasi 1,2 Persen, Kenaikan Harga Tertinggi di OKI
Kepala BPS Sumsel Moh Wahyu Yulianto (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Palembang, IDN Times - Badan Pusat Statistik Sumatra Selatan (BPS Sumsel) mencatat nilai inflasi atau kenaikan harga pada sejumlah komoditas sepanjang 2024 di angka 1,2 persen.

"Inflasi terjadi karena nilai jual komoditas pertanian yang kondisinya panen, itu kurang pasokan (tak memadai kebutuhan)," kata Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu, Jumat (3/1/2025).

1. Cabai merah dan tomat sumbang inflasi tertinggi di Sumsel

Aktivitas jual beli cabai di pasar sayur Magetan. IDN Times/ Riyanto.

Berdasarkan nilai inflasi Sumsel di angka 1,2 persen secara year on year (yoy) periode Desember 2023-Desember 2024, penyumbang kenaikan harga tertinggi terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dengan inflasi sebesar 1,48 persen.

"Kondisi tak memenuhi kebutuhan terjadi dan komoditas yang banyak dikonsumsi seperti cabai merah, bawang merah dan tomat," jelasnya.

2. Inflasi Muara Enim terendah di Sumsel

Ilustrasi Inflasi (IDN Times/Arief Rahmat)

Sementara dari catatan BPS Sumsel, wilayah penyumbang paling rendah penyebab inflasi terjadi di Kabupaten Muara Enim. Angka inflasi hanya senilai 0,74 persen dan indeks harga konsumen atau IHK sebesar 109,08 persen.

"Inflasi year on year, karena adanya kenaikan harga yang ditunjukan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran," kata Wahyu.

3. Perhiasaan sumbang inflasi di Sumsel

ilustrasi set perhiasan (pexels.com/Anastasia Shuraeva)

Namun secara month to month (mtm) dari November-Desember 2024 lanjut dia, penyumbang utama inflasi adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil 0,53 persen.

Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok tersebut yaitu cabai merah, telur ayam ras, cabai rawit, bawang merah dan minyak goreng.

"Tetapi secara yoy komoditas penyumbang utama inflasi dari perhiasan, daging ayam ras, minyak goreng, bawang merah dan bawang putih," jelas dia.

Editorial Team

Related Article