Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sempat Story WA Tali Tambang, Pelajar di Linggau Akhiri Hidup
Ilustrasi gantung diri. (IDN Times)
  • Seorang pelajar SMP berusia 14 tahun di Lubuk Linggau ditemukan meninggal dunia di rumahnya setelah sempat mengunggah status WhatsApp berisi tali tambang pada malam sebelumnya.
  • Jasad korban pertama kali ditemukan oleh bibinya sekitar pukul 05.30 WIB dan langsung dievakuasi ke RS Siti Aisyah untuk dilakukan visum oleh pihak kepolisian.
  • Pihak kepolisian menduga korban mengakhiri hidup karena tidak tahan menanggung penyakit yang tak kunjung sembuh, berdasarkan keterangan keluarga serta unggahan media sosial korban.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lubuk Linggau, IDN Times -‎ RAR (14) warga Kelurahan Mesat Seni, Kecamatan Lubuk Linggau Timur II ini ditemukan mengakhiri hidup di pintu kusen lantai 2 kamarnya, Sabtu (30/5/2026) sekira pukul 05.30 WIB. Jasad pelajar SMP ini pertama kali ditemukan oleh sang bibi, DN, yang pada saat itu bermaksud membangun korban.

Malam sebelum ditemukan meninggal dunia, remaja tersebut sempat membuat status WhatsApp tali gantungan. Dalam unggahan terakhirnya, korban terlihat senang berhasil membuat tali tambang untuk gantung diri.

Diduga penyebab korban mengakhiri hidup karena tak kuat menanggung penyakit yang tak kunjung sembuh.

2. Jasad korban pertama kali ditemukan bibinya

Ilustrasi gantung diri. (IDN Times)

Kanitreskrim Polsek Lubuk Linggau Timur, Ipda Vherry mengatakan, kronologi penemuan jasad RAR sekira pukul 05.30 WIB. Saat itu saksi DN baru selesai masak dan berniat membangunkan keponakannya. Namun saat dicari di kamarnya, korban RAR tidak ada di tempat.

"Kemudian saksi mencari di kamar depan dan kamar mandi, juga tidak menemukan korban. Saksi langsung mencari korban ke lantai 2 rumahnya. Pada saat saksi masih di tangga naik ke atas, ia melihat kaki korban di depan pintu," ujarnya.

Saat itu tubuh korban ditutupi hordeng dan hanya terlihat kakinya di lantai. Karena korban tidak menjawab saat dipanggil, saksi mendekat melihat korban sudah tergantung dengan seutas tali diikat di kusen pintu dan tali yang mengikat leher.

2. Jenazah korban langsung dievakuasi ke RS untuk dilakukan visum

Ilustrasi Jenazah. (IDN Times/Esti Suryani)

Melihat hal tersebut saksi spontan berteriak meminta tolong kepada warga sekitar. Warga berdatangan lalu melaporkan peristiwa penemuan jasad RAR ke Polsubsektor Lubuk Linggau Timur II.

Sekitar pukul 07.20 WIB jenazah korban dibawa ke RS Siti Aisyah untuk dilakukan Visum Et Revertum menggunakan ambulans Puskesmas Swasti Saba dan pengawalan mobil patroli Polsek Lubuk Linggau Timur.

"Hasil visum dokter menyatakan kondisi mayat sudah dalam keadaan kaku. Selain itu pada leher terdapat jejak jeratan simpul tali dan bagian perut sedikit menonjol dan tidak sintetis. Terdapat juga jeratan pada leher dengan ukuran 28 cm dan bahu kanan terdapat lebam," jelas Vherry.

3. Diduga korban tak tahan dengan penyakit dideritanya

Ilustrasi jenazah (IDN Times/Mia Amalia)

Vherry menjelaskan, dugaan korban mengakhiri hidup karena menderita gangguan penyakit yang tak kunjung sembuh. Bahkan beberapa kali dalam status WhatsAppnya, korban mengeluh dan merasa sudah tidak tahan lagi akibat sakit yang dideritanya itu.

"Dugaan ada riwayat sakit kencing, hal itu diperkuat atas keterangan dari keluarga dan beberapa teman korban," ucapnya.

Tak hanya itu, status whatsApp terakhir korban terlihat senang ketika berhasil merangkai seutas tali tambang yang dibuat seperti menyerupai untuk gantung diri.

"Jadi status WhatsApp memperlihatkan tali tambang. Orang tua korban sudah cerai lama, ayahnya tinggal di Siring Agung, ibunya serumah dengan korban. Tapi saat kejadian sedang ada hajatan keluarga di Pekanbaru sehingga di rumah itu hanya ada bibi dan neneknya saja," ungkap Vherry.

4. Mari bersama cegah perilaku bunuh diri

ilustrasi depresi (IDN Times/Aditya Pratama)

Bunuh diri merupakan masalah kesehatan jiwa serius yang sering diabaikan masyarakat. Jika kamu membutuhkan pertolongan atau mengenal seseorang yang membutuhkan bantuan, kamu bisa menghubungi layanan konseling pencegahan bunuh diri, di nomor telepon gawat darurat (emergency) hotline (021) 500–454 atau 119, bebas pulsa.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, saat ini sudah terdapat lebih dari 3.000 Puskesmas yang memiliki layanan kesehatan jiwa. Kamu bisa menghubungi atau langsung mendatangi Puskesmas terdekat untuk mengetahui apakah mereka melayani kesehatan jiwa. 

Bagi pemegang BPJS, konsultasi kejiwaan di puskesmas tidak dikenakan biaya alias gratis. Jika belum memiliki BPJS, kamu tetap bisa berkonsultasi dengan biaya administrasi sebesar Rp5.000.Selain itu, Kemenkes RI juga menyiapkan 5 RS jiwa rujukan yang dilengkapi dengan layanan konseling kesehatan jiwa dan pencegahan bunuh diri. 

RS jiwa tersebut ialah:

RSJ Amino Gondohutomo Semarang, nomor telepon (024) 6722565

RSJ Marzoeki Mahdi Bogor, nomor telepon (0251) 8324024, 8324025, 8320467

RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta, nomor telepon (021) 5682841

RSJ Prof Dr Soerojo Magelang, nomor telepon (0293) 363601

RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang, nomor telepon (0341) 423444

NGO Indonesia pencegahan bunuh diri: Jangan Bunuh diri telp: (021) 9696 9293 email: janganbunuhdiri@yahoo.com

Organisasi INTO THE LIGHT message via page FB: Into The Light Indonesia (@IntoTheLightID) direct message via Twitter: @IntoTheLightID

Kementrian Kesehatan Indonesia telp:(021) 500454

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article