Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kebakaran Lahan Menurun, Kualitas Udara Palembang Masih Tidak Sehat

Kota Palembang
2 min read
Kebakaran Lahan Menurun, Kualitas Udara Palembang Masih Tidak Sehat
Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
  • Kualitas udara Palembang dan Ogan Ilir pada Senin pagi masuk kategori tidak sehat, dengan konsentrasi PM2,5 masing-masing 131 dan 101 mikrogram per meter kubik.

  • Kabupaten PALI mencatat PM2,5 tertinggi sebesar 200 mikrogram per meter kubik, menjadikannya wilayah dengan kualitas udara sangat tidak sehat dalam laporan tersebut.

  • Musi Banyuasin, Muara Enim, Musi Rawas, Lahat, dan Prabumulih berada dalam kategori sedang berdasarkan pemantauan kualitas udara Sumatra Selatan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatra Selatan (Sumsel) masih berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat pada Senin (2/11/2026) pagi. Berdasarkan laporan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang diperbarui pukul 06.00 WIB, Palembang dan Ogan Ilir masuk kategori tidak sehat.

Sementara itu, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tercatat memiliki konsentrasi PM2,5 tertinggi, yakni 200 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Dalam tabel laporan, kualitas udara PALI dikategorikan sangat tidak sehat.

Berikut rincian kualitas udara di sejumlah wilayah Sumsel berdasarkan konsentrasi PM2,5 pada Senin pagi yang dirangkum IDN Times.

  1. 1. PM2,5 Palembang dan Ogan Ilir masuk kategori tidak sehat

    Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
    Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Konsentrasi PM2,5 di Palembang tercatat sebesar 131 mikrogram per meter kubik. Angka tersebut menempatkan kualitas udara di ibu kota Sumsel dalam kategori tidak sehat.

    Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Ogan Ilir. Konsentrasi PM2,5 di wilayah tersebut mencapai 101 mikrogram per meter kubik dan masuk kategori tidak sehat.

  2. 2. PALI catatkan konsentrasi PM2,5 tertinggi

    Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
    Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    PALI mencatat konsentrasi PM2,5 sebesar 200 mikrogram per meter kubik. Berdasarkan kategori yang tercantum dalam tabel laporan ISPU, kualitas udara di wilayah ini masuk kategori sangat tidak sehat.

    Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan dengan wilayah lain yang memiliki data PM2,5 dalam laporan Senin pagi.

  3. 3. Lima wilayah masuk kategori sedang

    Proses penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Sumatra Selatan dalam upaya pemadaman
    Proses penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Sumatra Selatan dalam upaya pemadaman (Dok: Manggala Agni)

    Sejumlah wilayah lainnya berada dalam kategori sedang. Kabupaten Musi Banyuasin mencatat konsentrasi PM2,5 sebesar 68 mikrogram per meter kubik.

    Kemudian, Muara Enim berada pada angka 53 mikrogram per meter kubik, Musi Rawas 85 mikrogram per meter kubik, dan Lahat 75 mikrogram per meter kubik. Sementara itu, Prabumulih juga masuk kategori sedang.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More