Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pulang dari Tanah Suci, Jemaah Haji Sumbar Batuk dan Sesak Napas

Pulang dari Tanah Suci, Jemaah Haji Sumbar Batuk dan Sesak Napas
Tim kesehatan BKK debarkasi Padang memberikan obat kepada seorang jemaah yang mengalami hiper tensi (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
Intinya Sih

  • BKK Sumbar menemukan sejumlah jemaah haji lansia mengalami batuk dan sesak napas setelah pulang dari tanah suci, diduga akibat cuaca panas serta kebiasaan minum air dingin saat beristirahat.
  • Lima jemaah yang kondisinya tidak bisa ditangani di klinik debarkasi Padang telah dirujuk ke rumah sakit, sebagian besar ke RSUP M Djamil Padang dan satu ke RS Semen Padang.
  • Pemantauan kesehatan dilakukan sejak pesawat mendarat melalui serah terima dengan dokter kloter dan pemeriksaan thermal scanner untuk mendeteksi suhu tubuh serta potensi gangguan kesehatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Padang, IDN Times - Balai Karantina Kesehatan (BKK) Sumatra Barat menemukan jemaah haji yang kembali dari tanah suci mengalami batuk dan sesak napas.

Dokter Klinik Kesehatan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Debarkasi Padang, Resnita, mengatakan batuk dan sesak napas hanya dialami para lanjut usia (lansia).

"Kami melakukan observasi terlebih dahulu kepada seluruh jemaah haji yang kembali dari tanah suci dan kebanyakan yang kami dapati mereka mengalami batuk dan sesak napas," kata Resnita, Rabu (17/6/2026).

1. Penyebab jemaah haji alami batuk dan sesak napas

Resnita melakukan pemeriksaan jemaah haji yang mengalami hiper tensi (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
Resnita melakukan pemeriksaan jemaah haji yang mengalami hiper tensi (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Resnita mengatakan, jemaah haji yang mengalami batuk dan sesak napas, disebabkan cuaca panas di Makkah dan saat beristirahat meminum air dingin.

"Kalau dari hasil pemeriksaan kami, karena jemaah ini kelelahan dan karena mungkin saat cuaca panas langsung meminum air zam-zam yang dingin. Itu bisa mengakibatkan batuk juga," katanya.

Dengan keadaan tersebut, pihak BKK debarkasi Padang memberikan pelayanan kesehatan untuk mengantisipasi batuk dan sesak napas yang tidak berkelanjutan.

"Kami berikan obat-obatan dan vitamin juga untuk jemaah yang mengeluhkan batuk dan sesak napas tersebut," katanya.

2. Sebanyak 5 jemaah dirujuk ke rumah sakit

Jemaah haji Sumbar turun dari pesawat (Foto: Kemenhaj Sumbar)
Jemaah haji Sumbar turun dari pesawat (Foto: Kemenhaj Sumbar)

Resnita mengatakan hingga kedatangan terakhir, pihaknya telah merujuk sebanyak lima orang jemaah haji yang tidak bisa ditangani di klinik debarkasi Padang.

"Sejauh ini ada lima jemaah yang kami rujuk ke rumah sakit. Mereka sudah menjalani layanan kesehatan di masing-masing rumah sakit tersebut," katanya.

Sebanyak empat jemaah haji kebanyakan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang, sementara satu dirujuk ke Rumah Sakit Semen Padang.

"Kalau untuk rujukan itu jika kondisinya tidak terlalu parah, jemaah bisa memilih rujukan rumah sakitnya. Tapi kalau memang parah kami akan langsung merujuknya ke RSUP M Djamil," lanjutnya.

3. Pengecekan sejak jemaah turun pesawat

Resnita melakukan pemeriksaan jemaah haji yang mengalami hiper tensi (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
Resnita melakukan pemeriksaan jemaah haji yang mengalami hiper tensi (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Resnita menjelaskan, pemantauan dimulai sejak pesawat mendarat. Tim BKK langsung melakukan serah terima kesehatan dengan dokter kloter di pintu pesawat guna memastikan tidak ada jemaah yang memerlukan penanganan darurat.

“Saat pesawat mendarat, tim BKK langsung melakukan serah terima dengan dokter kloter di pintu pesawat. Dari situ kami mengetahui apakah ada jemaah yang memerlukan penanganan segera atau ada kondisi kesehatan tertentu yang harus dipantau lebih lanjut,” katanya.

Selain itu, seluruh jemaah yang tiba di Asrama Haji juga menjalani pemantauan melalui thermal scanner untuk mendeteksi suhu tubuh dan mengidentifikasi kemungkinan adanya gangguan kesehatan yang memerlukan perhatian lebih lanjut.

“Setiap jemaah yang tiba juga dipantau melalui thermal scanner. Tujuannya untuk melihat kondisi suhu tubuh dan mendeteksi apabila ada indikasi gangguan kesehatan yang memerlukan tindak lanjut,” tutupnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari

Latest News Sumatera Selatan

See More