Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Produksi Cabai Sumsel Turun, Pemda Suplai dari 4 Daerah

Produksi Cabai Sumsel Turun, Pemda Suplai dari 4 Daerah
Ilustrasi kondisi pasar tradisional di Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Intinya Sih
  • Konsumsi tinggi dan produksi cabai menurun di Sumsel, pemerintah ambil suplai dari daerah lain untuk menjaga harga tetap stabil.
  • Penurunan produksi disebabkan gagal panen dan cuaca musim penghujan, menyebabkan harga cabai berbeda-beda di pasar tradisional.
  • Harga cabai rawit di Pasar Km 5 turun menjadi 60 ribu per kilogram, sementara di Pasar Lemabang Palembang mencapai Rp80 ribu hingga Rp90 ribu per kilogram.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Palembang, IDN Times - Konsumsi cabai di Sumatra Selatan (Sumsel) yang tinggi dan hasil produksi menurun menyebabkan pemerintah daerah mengambil atau suplai komoditas dari daerah lain. Kondisi itu agar harga cabai tak makin mahal.

"Kita ambil dari Pasuruan, Bengkulu, Engrekang Sulawesi Selatan dan Bali untuk semua jenis cabai, tapi kebanyakan cabai merah keriting," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel, Ruzuan Effendi Sabtu (18/1/2025).

1. Penurunan produksi cabai di Sumsel dipengaruhi daerah penghasil komoditas gagal panen

Tanaman cabai rawit milik Parin di Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, Ngawi rusak akibat curah hujan tinggi. IDN Times/ Riyanto.
Tanaman cabai rawit milik Parin di Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, Ngawi rusak akibat curah hujan tinggi. IDN Times/ Riyanto.

Penurunan produksi cabai di Sumsel kata dia, dipengaruhi daerah penghasil komoditas gagal panen. Panen yang tak mencukupi kebutuhan juga disebabkan cuaca Sumsel yang masih musim penghujan. Akibatnya, harga cabai di sejumlah pasar tradisional pun berbeda-beda.

"Dari monitoring di sejumlah pasar, terjadi perbedaan harga cabai rawit. Di Pasar Km 5, harga cabai berangsur turun. Rata-rata pedagang menjual 60 ribu per kilogram," jelasnya.

2. Pedagang cabai di Sumsel beri harga beragam

ilustrasi tanaman cabai (unsplash.com/Jeppe Vadgaard)
ilustrasi tanaman cabai (unsplash.com/Jeppe Vadgaard)

Sementara lanjut Ruzuan, di Pasar Lemabang Palembang, para pedagang yang menjual komoditas cabai mulai dari Rp80 ribu per kilogram. Kemudian Pasar Plaju harga cabai rawit merah masih tinggi, diangka Rp90 ribu per kilogram

"Ada pedagang yang menjual masih tinggi, ada juga yang sudah menjual dengan harga rendah. Tapi bertahap sudah mulai terjadi penurunan," kata dia.

3. Perbedaan harga cabai karena ada stok lama dibeli pedagang dan harga masih tinggi

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel, Ruzuan Efendi (IDN Times/Rangga Erfizal)
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel, Ruzuan Efendi (IDN Times/Rangga Erfizal)

Menurut Ruzuan, perbedaan harga karena adanya stok yang dibeli pedagang masih dengan harga lama dan masih tinggi. Sedangkan pedagang yang menjual harga lebih rendah karena pedagang membeli dengan hasil panen terbaru.

Selain mengambil dari hasil pertanian di daerah, peredaran cabai di Sumsel juga membeli dari luar provinsi untuk memenuhi kebutuhan. Namun, jumlahnya lebih banyak cabai merah keriting dibandingkan cabai rawit merah. Kondisi ini pun membuat harga komoditas tinggi sejak Desember.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Feny Maulia Agustin
Martin Tobing
Feny Maulia Agustin
EditorFeny Maulia Agustin

Latest News Sumatera Selatan

See More