- Penularan berasal dari hewan yang sakit/tertular PMK masuk ke Sumsel
- Sapi yang sehat, tetapi belum divaksin, bisa tertular karena belum memiliki daya tahan tubuh.
- Penyebaran PMK bisa berasal dari kondisi sapi i sendiri dipengaruhi daya tahan tubuh hewan ternak lemah karena tidak divaksin atau sudah lama divaksin dalam kondisi lemah virus PMK menyerang dan berkembang
Sumsel Waspada PMK di Musim Hujan, Berikut Antisipasi Penularan

Palembang, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan (Pemprov Sumsel) mengantisipasi penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap hewan ternak saat musim hujan. Apalagi virus ini mudah meluas melalui udara dan angin.
"Virus ini mudah menular baik secara langsung kontak maupun secara tidak langsung dibawa angin dalam radius 10 km," kata Dokter Hewan Ahli Madya Prov Sumsel Jafrizal, Jumat (17/1/2025).
1. Tingkat kematian PMK hanya 2-3 persen

Penyebab PMK kata dia, akibat penularan virus Aphtovirus, Aphtaee epizootecae yang merupakan jenis virus tipe A. Apabila sudah menyebar, tingkat morbiditas atau kesakitan PMK bisa mencapai 95 persen dalam satu populasi.
"Namun memang tingkat kematiannya rendah 2-3 persen," jelasnya.
2. Sumsel masuk kategori wilayah dengan status tertular PMK

Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) Nomor 708/2024 tentang Status Situasi Penyakit Hewan, Sumsel masuk kategori status tertular. Kondisi ini secara epidemiologi, membuat Sumsel jadi daerah endemis.
"Virus PMK masih ada di lingkungan maupun di ternak itu sendiri," kata Jafrizal.
3. Alur penyebaran, pencegahan dan antisipasi penyakit PMK di Sumsel

Sehubungan dengan status tertular itu, berikut alur penyebaran, pencegahan dan antisipasi penyakit PMK:
Cara menghindari penyakit:
- Paling efektif adalah dengan vaksinasi, menjaga kebersihan dan melaksanakan biosekuriti yang ketat di peternakan.
- Setiap mobil, orang, hewan masuk ke kandang harus disemprot dengan desinfektan.
- Saat ini vaksinasi sangat dianjurkan oleh pemerintah. Tetapi terkendala kesediaan vaksin hibah, sehingga kepada peternak untuk melaksanakan vaksinasi mandiri.
- Pelaksanaan vaksinasi mandiri bisa dibantu oleh petugas teknis.
- Pengobatan dapat dilakukan dengan memberikan obat untuk menghilangkan gejala terutama demam, menaikan nafsu makan dan mengatasi radang.
- Penyakit ini mudah sembuh apabila diobati lebih awal.

















