Palembang Bagikan Vaksin DBD Gratis di 10 Puskemas dan 60 SD

- Pemerintah Kota Palembang membagikan vaksin DBD gratis di 10 puskesmas dan 60 SD
- Program vaksinasi dilakukan melalui kerja sama FK UNSRI dan Dinkes Palembang
- Vaksin DBD efektif mencegah penyakit dan diberikan kepada anak usia 6-10 tahun
Palembang, IDN Times - Pemerintah Kota Palembang membagikan vaksin Demam Berdarah Dengue (DBD) secara gratis di 10 puskesmas dan 60 Sekolah Dasar (SD).
"FK Unsri mendapatkan bantuan 5 ribu dosis vaksin DBD yang akan diberikan ke anak-anak yang tinggal di wilayah kejadian DBD tertinggi Palembang," ujar Co Principal Investigator 1 Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sriwijaya (Unsri), Dokter Ariesti Karmila dalam keterangan rilis yang diterima, Kamis (15/1/2026).
1. Vaksin DBD berbayar jika tidak ada program

Pemberian vakasinasi tersebut dilakukan melalui program kerja sama FK Unsri dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang.
Menurut Ariesti, program vaksin DBD dilakukan untuk menekan angka penderita penyakit mematikan tersebut. Vaksin DBD lanjut dia, telah dipasarkan secara resmi sejak tiga tahun lalu dan sudah digunakan secara luas di berbagai negara.
"Termasuk Indonesia, tapi saat ini vaksin masih bersifat berbayar dan belum masuk dalam program vaksinasi nasional pemerintah," jelasnya.
2. Vaksin DBD disebut efektif

Mengenai vaksinasi DBD kata Ariesti, FK Unsri telah melakukan pemantauan secara komprehensif terhadap kelompok yang divaksin dan tidak divaksin. Pemantauan itu dilakukan terlebih dahulu untuk melihat efektivitas serta dampaknya terhadap kejadian DBD di Palembang.
"Dari hasil kajian, vaksin berjalan efektif dalam mencegah DBD dan meringankan gejala jika infeksi terjadi," kata dia.
3. Vaksin DBD bisa digunakan hingga usia 60 tahun

Ariesti menambahkan, pelaksanaan vaksinasi diberikan kepada anak usia 6-10 tahun yang berada di Puskesmas Gandus, Empat Ulu, Taman Bacaan, Sosial, Kalidoni, Padang Selasa, Makrayu, Pembina, Kertapati, dan Sematang Borang.
"Target utama adalah anak-anak yang tidak terkena DBD sama sekali. Namun jika pun terkena, gejalanya diharap ringan karena efektivitas vaksin cukup baik," jelasnya.
Secara pembagian, program vaksinasi telah dimulai sejak November 2025 dan direncanakan akan rilis resmi dalam waktu dekat. Ariesti menyebut, vaksin DBD dapat digunakan hingga usia 60 tahun.
"Masyarakat umum bisa mendapatkan vaksin tersebut di rumah sakit atau melalui dokter spesialis anak dan penyakit dalam dengan biaya sekitar Rp700 ribu dan dilakukan dalam dua kali suntikan. Tapi saat ini programnya gratis," kata dia.
4. Pada Januari 2026 tercatat 30 kasus DBD di Palembang

Sementara menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Palembang Yudhi Setiawan, kasus DBD saat ini masih tergolong tinggi. Pada 2024 tercatat 1.300 kasus dengan 14 kematian, kemudian menurun 800 kasus dengan 3 kematian pada 2025.
"Sementara pada Januari 2026, sudah tercatat 30 kasus DBD," ujarnya.

















