Korban Pemerasan Kasus PPDS FK Unsri dalam Pendampingan Psikologis

- Mahasiswi PPDS FK Unsri, OA, mendapatkan pendampingan psikologis setelah mengalami pemerasan di RSMH Palembang.
- Direktur Utama RSMH Palembang meningkatkan resiliensi dan membangun kohesi antar PPDS untuk mencegah pemerasan terulang.
- Komitmen rumah sakit dan FK Unsri melakukan perbaikan menyeluruh terhadap sistem pembelajaran PPDS untuk mencegah kasus serupa.
Palembang, IDN Times - Korban pemerasan mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya inisial OA yang terjadi di Rumah Sakit Umum Pusat Dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang kini sudah mendapatkan pendampingan psikologis.
"Kami melakukan dukungan psikososial terhadap koran PPDS terkait," ujar Direktur Utama RSMH Palembang Siti Khalimah saat dikonfirmasi IDN Times, Rabu (14/1/2026).
1. RSMH ciptakan sikap kohesi atau hubungan erat antar PPDS

Sebelumnya diketahui OA sempat ingin melakukan percobaan mengakhiri hidup karena mengalami trauma dan depresi berat akibat tekanan yang terjadi di lingkungan PPDS FK Unsri khususnya di program studi ilmu kesehatan mata. Korban mengalami ekploitasi finansial dan desakan pengelolaan dana selama kegiatan residensi berjalan.
"Agar kejadian (pemerasan) tak kembali terulang di lingkungan PPDS, kami meningkatkan resiliensi (dorongan terhadap seorang untuk bangkit dan beradaptasi kembali) serta dan membangun kohesi (hubungan yang erat) antar PPDS," jelasnya.
2. Sebut kasus negatif di lingkungan RSMH sudah berkurang

Siti mengaku, sepanjang kegiatan PPDS di lingkungan RSMH Palembang, kondisi tekanan dari senior terhadap junior memang kerap terjadi. Namun ia menegaskan jika kejadian tersebut sudah perlahan berkurang seiring dengan adanya pembentukan tim pencegahan perilaku negatif antar PPDS dan sudah dibuat badan investigasi.
"Sebenarnya berbagai kasus perundungan di RSMH sudah sangat jauh berkurang. Kami selalu melakukan monev (monitoring dan evaluasi) secara berkala untuk memastikan perundungan benar-benar tidak terjadi," kata dia.
3. RSMH melakukan evaluasi internal di lingkungan PPDS

Lebih lanjut, jelas Siti, terkait kasus yang ramai saat ini, pihak rumah sakit khususnya program studi ilmu kesehatan mata komitmen melakukan pembenahan internal di lingkungan PPDS. Tak hanya menyetop sementara kegiatan residen sesuai surat keputusan Kementerian Kesehatan, kini rumah sakit melakukan perbaikan menyeluruh.
"Kami melakukan langkah evaluasi dan ini akan dipantau kembali oleh kementerian kesehatan. Fakultas dan RSMH berupaya melakukan perbaikan menyeluruh terhadap sistem pembelajaran PPDS seperti optimalisasi peran dan fungsi tim pencegahan dan penanganan perundungan maupun pemerasan yang dibentuk RSMH bersama FK Unsri," jelasnya.















