Penumpang LRT Sumsel (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Sementara dari sisi peran Pemkot Palembang, lanjutnya, sebaiknya bisa membuka ruang dan memanfaatkan akses komersial yang tersedia di kawasan sekitar stasiun LRT. Jika pertumbuhan ekonomi di lingkungan LRT Sumsel lebih produktif, secara otomatis mampu memberikan tambahan pendapatan.
"Pemerintah Kota perlu memaksimalkan integrasi transportasi feeder menuju ke wilayah-wilayah ekonomi lainnya. Jangan dibiarkan seperti ini. Saya berharap pemerintah kota dan pemerintah provinsi mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar stasiun kereta LRT," kata dia.
Bambang menegaskan, apabila pemerintah daerah tidak ingin mengambil alih biaya operasional, setidaknya harus ada dukungan nyata untuk mengurangi beban subsidi pemerintah pusat.
"Jangan sampai bebannya dibebankan pada KAI. KAI sendiri tentu tidak cukup untuk menutup biaya operasionalnya kalau tidak didukung oleh anggaran tambahan dari APBN. Tetapi kalau tidak ada dukungan dari Pemerintah Provinsi dan Kota, saya akan mendorong anggaran kekurangan operasional LRT yang Rp300 miliar ini bisa dibebankan ke APBD provinsi," ujarnya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) tidak akan mampu menanggung sendiri biaya operasional LRT apabila subsidi pemerintah dihentikan. Karena itu, Bambang meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret, termasuk melakukan evaluasi terhadap pengelolaan dan pembiayaan LRT Sumsel untuk kelancaran dan keberlangsungan operasional transportasi massal tersebut