Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
MBG Dimulai, Stok Ayam dan Telur Dipastikan Mencukupi Kebutuhan Sumsel
Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel, Ruzuan Efendi (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Pemprov Sumsel memastikan stok ayam dan telur mencukupi meski harga sempat naik, dengan kondisi pasar masih stabil tanpa gangguan pasokan.
  • Pedagang di Palembang mulai merasakan kenaikan harga ayam, namun menilai kenaikan tersebut masih dalam batas wajar dan belum terlalu membebani usaha.
  • Pelaku usaha kuliner memilih menahan harga jual sambil berharap harga ayam kembali stabil agar daya beli konsumen tetap terjaga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Harga daging ayam dan telur ayam kembali mengalami fluktuasi harga sejak beberapa hari terakhir. Meski demikian, Pemprov Sumsel memastikan kenaikan tersebut masih dalam batas wajar dan ketersediaan bahan pangan itu masih mencukupi.

"Harga ayam dan telur mulai naik secara bertahap dibandingkan dengan saat MBG libur. Harga di tingkat produsen kembali stabil, sedangkan harga pasar menyesuaikan kondisi tersebut," ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel, Ruzuan Efendi, Rabu (22/7/2026).

1. Pastikan belum ada kenaikan ekstrem

Kadis DKPP Sumsel Ruzuan Efendi (IDN Times/Rangga Erfizal)

Ruzuan menjelaskan, saat ini harga daging ayam berada di kisaran Rp36 ribu per kilogram. Sedangkan telur ayam ras dijual sekitar Rp26 ribu per kilogram.

Di tengah kenaikan itu, Ruzuan memastikan harga bahan pangan secara umum di Palembang masih relatif stabil dan belum terjadi gangguan pasokan di pasaran.

"Harga bahan pangan di Palembang relatif stabil, tidak ada kenaikan yang signifikan. Selain itu, stok mencukupi, tak ada kelangkaan," jelasnya.

2. Pedagang mulai rasakan kenaikan harga ayam

Pedagang UMKM di Palembang bertahan di tengah kondisi kenaikan biaya produksi (IDN Times/Rangga Erfizal)

Senada, penjual sate Taican di Palembang, Ilham, mengakui harga ayam mengalami kenaikan dibandingkan dengan dua pekan sebelumnya. Meski demikian, menurutnya kenaikan tersebut masih dalam batas wajar dan belum terlalu membebani pelaku usaha.

"Belum terlalu melambung harga ayam di pasaran. Kalau penyebabnya kurang tahu, tapi kita berharap harga tidak melambung tinggi karena akan berpengaruh pada dagangan kita," jelasnya.

3. Berharap harga ayam bisa terus stabil

Pedagang UMKM di Palembang bertahan di tengah kondisi kenaikan biaya produksi (IDN Times/Rangga Erfizal)

Meski harga ayam mengalami kenaikan, Ilham mengaku belum mengambil langkah menaikkan harga jual sate taichan yang ditawarkannya. Ia memilih mempertahankan harga dan mengatur pembelian bahan baku agar tetap sesuai kebutuhan, sehingga usahanya tetap berjalan tanpa membebani pelanggan.

Ke depan, Ilham berharap harga ayam kembali stabil sehingga pelaku usaha kuliner tidak perlu melakukan penyesuaian harga jual. Menurutnya, stabilnya harga bahan baku akan membantu pedagang menjaga daya beli konsumen sekaligus mempertahankan keuntungan usaha.

"Harapannya harga bisa kembali stabil. Kalau terus naik, tentu kami harus menghitung lagi biaya produksi dan mempertimbangkan penyesuaian harga jual," bebernya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article