youtube.com/BMW Middle East
Psikolog Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang, Renny Permataria mengatakan, COVID-19 jangan menjadi alasan untuk tidak berkomunikasi bersama keluarga, saudara, tetangga, dan rekan kerja.
Walau tidak bisa berjumpa dan berkunjung langsung ke rumah mereka. Cara lain dengan silaturahim online, tanpa harus menyinggung dan menimbulkan persepsi berbeda.
"Situasi sekarang, kesadaran diri dan bersabar sangat diperlukan. Seharunya permintaan maaf dilakukan bertatap muka langsung. Namun akibat kondisi, kita harus bisa saling memahami," kata dia.
Memang betul, ketika bertemu bahasa tubuh dan mimik wajah tampak jelas bagaimana seseorang mengekspresikan diri. Sangat berbeda halnya apabila melalui chat atau online.
"Akan tetapi karena keadaan, cukup memberikan kata-kata atau kalimat maaf online tidak masalah. Asal niatkan secara tulus, orang pasti mengerti dengan keadaan sekarang," ujarnya.