Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kualitas Udara di Padang Memburuk, Siswa Belajar Daring
Udara di Kota Padang berkabut pada Rabu (9/9/2026) (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
  • Pemkot Padang menerapkan pembelajaran daring bagi siswa TK, SD, dan SMP selama Rabu hingga Jumat, 9–11 September 2026.
  • Keputusan diambil setelah koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan menunjukkan kualitas udara Padang berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya.
  • Dinas Pendidikan meminta orang tua membatasi aktivitas luar rumah anak demi mencegah ISPA; kelanjutan sekolah daring pekan depan bergantung pada perbaikan kualitas udara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Padang, IDN Times - Pemerintah Kota Padang memutuskan untuk melaksanakan sekolah dalam jaringan (daring) selama tiga hari ke depan sejak hari ini, Rabu (9/9/2026).

"Terhitung hari ini hingga Jumat, sekolah dilaksanakan secara daring untuk tingkat TK, SD dan SMP," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Yopi Krislova.

1. Kualitas udara di Kota Padang semakin memburuk

Udara di Kota Padang berkabut pada Rabu (9/9/2026) (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Yopi mengatakan, alasan untuk melaksanakan sekolah secara daring tersebut lantaran kualitas udara di Kota Padang semakin memburuk.

"Kita sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan untuk memutuskan pelaksanaan sekolah secara daring ini," katanya.

Menurutnya, setelah berkoordinasi, didapati kualitas udara di Kota Padang sudah berada pada zona tidak sehat hingga berbahaya untuk kesehatan.

2. Khawatir siswa mengalami ISPA

Kota Padang diselimuti kabut asap (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Yopi menyatakan alasan melaksanakan sekolah secara daring tersebut agar para siswa tidak melakukan banyak kegiatan di luar rumah.

"Karena keadaan anak-anak kita ini kan berbeda-beda. Kita khawatir nanti ada anak-anak yang mengalami infeksi saluran pernapasan (ISPA) karena kualitas udara yang tidak baik ini," lanjutnya.

Ia meminta agar para orang tua bisa mengawasi anak-anaknya agar tidak banyak melakukan kegiatan di luar rumah selama pelaksanaan sekolah daring.

3. Belum pastikan untuk pekan depan

Kota Padang diselimuti kabut asap (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Menurut Yopi, pelaksanaan sekolah secara daring tersebut baru ditentukan dalam tiga hari ke depan saja. Ia belum memutuskan pelaksanaan sekolah pada pekan depan.

"Kita akan lihat dulu bagaimana kualitas udara kita nanti. Kalau sudah membaik, kemungkinan sekolah akan kita lakukan kembali seperti biasa," lanjutnya.

Tetapi, jika kualitas udara semakin buruk, kemungkinan pembelajaran secara daring akan dilanjutkan hingga keadaan benar-benar membaik.

Curated For You

Editorial Team

Related Article