Konstruksi Tol Paltung Sudah 79,40 Persen, Siap Dibuka Mudik Lebaran

Ruas yang dibuka telah melalui tahapan pengecekan dan pemenuhan aspek keselamatan
Pengoperasian fungsional ini ditujukan untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas
HK juga melakukan percepatan penyelesaian konstruksi pada sejumlah titik kritis
Banyuasin, IDN Times - PT Hutama Karya (HK) Persero menyatakan kesiapan untuk mengoperasikan secara fungsional Jalan Tol Palembang–Betung (Paltung) untuk kelancaran arus mudik dan balik periode Lebaran tahun 2026. Kesiapan ini dilakukan seiring progres konstruksi jalan Tol Paltung yang hingga saat ini telah mencapai 79,40 persen.
Meski berstatus fungsional, HK menegaskan ruas yang dibuka telah melalui tahapan pengecekan dan pemenuhan aspek keselamatan, sehingga siap dilalui oleh pengguna jalan selama periode operasional yang ditetapkan.
1. Pengoperasian fungsional ini ditujukan untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, mengatakan pihaknya sudah melakukan penguatan koordinasi lintas instansi dalam rangka memastikan aspek keselamatan, kelancaran lalu lintas, dan layanan pengguna jalan pada segmen yang akan difungsionalkan.
“Pengoperasian fungsional ini ditujukan untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas dan meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat selama puncak perjalanan Lebaran 2026," ujarnya Senin (2/3/2026).
Dalam skema fungsional yang direncanakan, pihaknya menyiapkan pembukaan ruas yang masih dalam tahap konstruksi sepanjang kurang lebih 53,2 kilometer, mulai dari STA 42+500 hingga STA 95+700 pada Jalur A dan Jalur B. Sebagai bagian dari kesiapan operasional, HK mempersiapkan Barrier Gate Temporary yang akan ditempatkan di STA 41+700 sebagai lokasi tapping bagi pengguna jalan tol yang telah melintasi Jalan Tol Kayuagung–Palembang.
"Selain itu, kami juga menyiapkan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) yang dapat dimanfaatkan pengguna jalan di STA 71+200 pada sisi Jalur A dan Jalur B, termasuk pemenuhan utilitas pendukung seperti listrik dan air bersih agar layanan dapat berjalan optimal selama periode operasional fungsional," jelasnya.
2. HK juga melakukan percepatan penyelesaian konstruksi pada sejumlah titik kritis

Untuk memastikan kelancaran operasional, HK akan melakukan percepatan penyelesaian konstruksi pada sejumlah titik kritis yang berpotensi memengaruhi kelancaran lalu lintas. Kesiapan juga diperkuat melalui pemenuhan perangkat transaksi dan integrasi sistem di barrier gate temporary, dukungan petugas untuk mengantisipasi potensi gangguan teknis, serta penyiagaan kendaraan operasional dan personel yang kompeten untuk mendukung layanan jalan tol dan penanganan kondisi darurat.
"Dari sisi pengaturan lalu lintas, kami menyiapkan manajemen lalu lintas melalui pengaturan arus kendaraan yang efektif, penempatan petugas di titik-titik kritis dan koordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi kepadatan serta menjaga kelancaran perjalanan pada segmen fungsional," ucap Mardiansyah.
Pihaknya juga memastikan ketersediaan dan keberfungsian perangkat keselamatan jalan yang meliputi rambu lalu lintas, marka jalan sementara, penerangan jalan, barrier pengaman, serta perlengkapan keselamatan lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.
3. Informasi yang komprehensif dan real-time akan disampaikan kepada masyarakat

Selain itu, informasi yang komprehensif dan real-time akan disampaikan terkait kondisi ruas fungsional. Seperti pola lalu lintas, akses masuk dan keluar, serta aspek keselamatan pengguna jalan melalui kanal informasi dan pengaturan lapangan yang dikelola perusahaan.
"Hutama Karya berkomitmen memastikan layanan berjalan dengan mengedepankan keselamatan, kelancaran, dan kenyamanan pengguna jalan melalui kesiapan infrastruktur, personel, serta koordinasi intensif dengan instansi terkait,” ujar Mardiansyah.
Diketahui ruas Tol Palembang–Betung Seksi 1 Palembang–Rengas dan Seksi 2 Rengas–Pangkalan Balai merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatra dengan panjang total 54,5 kilometer. Proyek ini memiliki dua gerbang tol, yaitu Gerbang Tol Rengas dan Gerbang Tol Pangkalan Balai. Serta mencakup pekerjaan jalan utama, simpang susun, dan struktur utama berupa Jembatan Musi V sepanjang 1.684 meter.

















