Keluarga Duga Pembunuhan Pegawai SPPG Palembang Telah Direncanakan

- Keluarga korban menduga pembunuhan pegawai SPPG Palembang direncanakan
- Anak korban menyebut korban hanya mengantar pelaku ke pool travel, bukan berniat pergi bersama
- Tersangka Andi mengakui membunuh korban karena kesal dan menjerat leher korban dengan kerudung
Palembang, IDN Times - Tewasnya pekerja Satuan Pelayanan Pemunuhan Gizi (SPPG) berinisial WU (50) oleh rekan kerjanya bernama Andi (38) masih menimbulkan tanda tanya bagi keluarga korban. Pihak keluarga tidak terima dengan pengakuan tersangka yang dinilai tak sesuai kenyataan, dan menduga pembunuhan tersebut sudah direncanakan
"Kami yakin ini sudah direncanakan. Kami mohon kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya agar kami mendapat keadilan," ungkap anak korban, Indy Azzahra Adriani, Jumat (30/1/2026).
1. Korban sempat pamit antar pelaku ke pool travel

Indy menyebutkan, dalam komunikasi terakhir dengan ibunya, korban sempat berpamitan untuk mengantar pelaku ke sebuah pool travel di kawasan Musi VI. Korban disebut tidak berniat pergi bersama pelaku, melainkan hanya mengantarkannya agar pelaku dapat pulang menemui istri dan anaknya.
"Ibu bilang mau mengantar pelaku ke Travel Musi 6 untuk tujuan Prabumulih karena pelaku ingin menemui anak istrinya," jelas dia.
2. Bantah korban dan pelaku ada hubungan

Dirinya pun menjelaskan, pelaku dan korban tidak memiliki hubungan hanya sebatas rekan kerja. Sejak kepergian itu, korban tak kunjung kembali hingga akhirnya pihak keluarga melaporkan kehilangan korban ke polisi Kamis 22 Januari hingga mendapat kabar kematian korban Rabu 28 Januari lalu.
"Tidak ada hubungan kedekatan antara ibu dan pelaku. Hanya teman biasa, apalagi orang ketiga," jelas dia.
3. Tersangka klaim kesal digerangi korban

Diberitakan sebelumnya, tersangka Andi mengakui telah membunuh korban. Dirinya diketahui menjerat leher korban menggunakan kerudung yang digunakan korban hingga meregang nyawa dan membuang jasadnya ke semak-semak kebun nanas.
"Kesal pak dia mau peluk saya terus, saya sudah punya istri. Sempat melawan (korban) makanya saya lilit pakai jilbab. Tahu pak kalau dia mati karena ada darah dan lidahnya menjulur keluar," jelas tersangka Andi.
Dirinya menjelaskan, kejadian pembunuhan tersebut terjadi 22 Januari silam, berawal dari rencana kepergiannya ke Muara Enim untuk mengembalikan barang yang dipinjamnya kepada kerabatnya.
Namun rencana kepergian itu diketahui korban dan meminta kepada tersangka untuk mengajaknya bersama. Tersangka mengklaim sempat menolak mengajak korban, namun korban memaksa.
"Saya mau berangkat ke dusun balikan terpal ke tempat mamang saya, mau naik travel," ujar Andi.
Dalam perjalanan, Andi akhirnya mengajak korban dan menggunakan motor korban. Dalam perjalanan itulah tersangka mengklaim telah digerayangi korban hingga dirinya kesal dan melakukan pembunuhan.
"Motor korban saya tinggalkan di Lembak kuncinya juga saya buang, beberapa ratus meter berjalan saya lanjut pulang ke Palembang naik travel," jelas dia.
















