Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pengalihan Investasi Picu Harga Emas Naik dan Dorong Inflasi Inti

Ilustrasi emas batangan
Ilustrasi emas batangan (Pexels.com/Michael Steinberg)
Intinya sih...
  • Kenaikan harga emas dipicu oleh pengalihan investasi, berdampak pada nilai rupiah dan suku bunga tinggi.
  • Harga emas yang terus naik memicu inflasi inti dan potensi pergerakan harga impor dalam tren jangka panjang.
  • Pembelian emas secara rutin disarankan untuk menjaga nilai investasi jangka panjang, namun harus diversifikasi dengan aset lainnya.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kantor Wilayah Sumatra Selatan Bambang Pramono menilai, kenaikan harga emas yang konsisten dan berkelanjutan berdampak pada kondisi core inflasi atau inflasi inti.

"Emas adalah alat investasi. Ketika emas harga naik, pasti orang akan rasional dan akan mengalihkan investasi (ke emas)," ujarnya, Rabu (28/1/2026).

1. Daya beli masyarakat memengaruhi pergerakan harga emas

ilustrasi emas batangan
ilustrasi emas batangan (pexels.com/Sergei Starostin)

Dia mengatakan, apabila investor sudah memilih dan beralih investasi ke emas, secara tidak langsung akan berdampak dan keterkaitan dengan nilai rupiah serta berimbas pada suku bunga tinggi.

Bambang menyebut, jika kenaikan emas dan saat pembelian maupun penjualan emas tetal berlangsung di Indonesia ini tidak ada masalah. Tetapi katanya, bila transaksi dilakukan global, maka dapat memengaruhi inflasi dunia.

"Ini ke depan akan berdampak pada daya beli (minat dan pasar emas)," jelas dia.

2. Kenaikan harga emas secara global dorong kondisi inflasi inti

Foto emas batangan
Ilustrasi emas batangan (pexels/Michael Steinberg)

Efek harga emas yang naik terhadap kondisi core inflasi atau inflasi inti tersebut, memicu potensi pergerakan harga impor serta mendorong kemungkinan inflasi dalam tren jangka panjang akibat kenaikan harga yang terus-menerus dan tak berjeda tanpa henti.

Secara umum, inflasi inti berkaitan dengan nilai inflasi stabil. Tetapi kondisi ini, kata Bambang, mencerminkan tren jangka menengah hingga panjang. Apabila keadaan ini dihitung dengan pengeluaran barang, gejolak muncul terhadap volatile foods serta harga yang diatur pemerintah.

"Cuma, ketika harga emas global naik kemungkinan akan berdampak kepada harga impor dan berdampak inflasi (core inflasi). Dan kondisi ini (inflasi core) harus diperhatikan bersama dengan kantor pusat," kata Bambang.

3. Jaga emas dari kondisi inflasi dengan transaksi pembelian rutin

ilustrasi emas batangan
ilustrasi emas batangan (pexels.com/Michael Steinberg)

Sedangkan berdasarkan data yang dilansir dari narasi Strategi Lindung Nilai Emas 2026: "Langkah penting menjaga emas tetap aman dari kondisi inflasi adalah melakukan pembelian emas secara rutin dengan tidak sekaligus. Misalnya, konsisten transaksi beli setiap bulan. Tujuannya, agar mendapatkan rata-rata harga yang stabil dan mengurangi risiko membeli di harga tertinggi."

Catatan penting lain adalah, emas merupakan investasi jangka panjang. Emas adalah pelindung nilai yang ideal untuk tujuan jangka panjang seperti dana pendidikan, pensiun, atau warisan dan bukan untuk keuntungan cepat.

Fokus diversifikasi portofolio dengan jangan menempatkan seluruh aset dalam emas. Kombinasikan simpanan aset lain seperti properti atau saham untuk menyeimbangkan risiko. Serta selektif memilih ems dari sertifikasi dan legalitas. Yakni sistem beli emas fisik dengan sertifikat resmi atau melalui platform emas digital yang terdaftar BAPPEBTI dan diawasi Kominfo.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More

4 Kabupaten Kota di Sumsel Berpotensi Alami Cuaca Ekstrem Hari Ini

29 Jan 2026, 05:14 WIBNews