Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Prospek Ekonomi Sumsel 2026 Ditarget Positif, Meski Dibayangi Krisis

ilustrasi ekonomi
ilustrasi ekonomi (pexels.com/crazy motions)
Intinya sih...
  • Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan optimistis pertumbuhan ekonomi pada 2026 masih dalam tren positif, meski dibayangi krisis global.
  • Program prioritas mengantisipasi gejolak dengan sinergi instansi vertikal diyakini mampu mendorong pemulihan ekonomi daerah.
  • Selain itu, Edward menarget tingkat inflasi tetap stabil dan harapannya semua instansi bisa melakukan koordinasi ketat melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan optimistis pertumbuhan ekonomi pada 2026 masih dalam tren positif, meski dibayangi krisis. Keyakinan tersebut seiring dengan nilai ekonomi Sumsel pada Triwulan III-2025 yang menyentuh 5,20 persen.

"Angka ini melampaui capaian nasional (level nasional senilai 5,04 persen)," ujar Sekretaris Daerah Sumsel Edward Candra dikutip, Kamis (29/1/2026).

1. Sinergi lintas instansi diyakini dorong ekonomi positif

Ilustrasi ekonomi negara dunia
Ilustrasi ekonomi negara dunia (Pixabay.com)

Walau gejolak krisis global tak bisa dihindari dan ancaman ekonomi pada 2026 diperkirakan negatif, namun program prioritas mengantisipasi gejolak dengan sinergi instansi vertikal diyakini mampu mendorong pemulihan ekonomi daerah.

Edward menyampaikan, Pemprov Sumsel tetap optimis. Terlebih dari pengalaman sepanjang 2025, lintas sektor komitmen membangun sinergi dan antarstakeholder kompak mendorong pengendalian inflasi wilayah.

"Kita optimis dengan kondisi ada, belajar dari pengalaman. Kita bangun komitmen dari sinergi bersama semua stakeholder, pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga instansi vertikal seperti Bank Indonesia," jelas dia.

2. Upayakan inflasi terkendali di 2026

ilustrasi ekonomi
ilustrasi ekonomi (unsplash.com/Markus Spiske)

Selain optimistis ekonomi tumbuh baik pada tahun depan, Edward menarget tingkat inflasi tetap stabil. Harapannya, semua instansi bisa melakukan koordinasi ketat melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), sehingga inflasi mampu ditekan di angka 2,91 persen.

"Tentu perlu kita jaga kondisi ini, termasuk juga inflasi yang terkendali," katanya.

3. Pengamat nilai ekonomi Sumsel dalam kondisi tidak stabil

Ilustrasi ekonomi global.
Ilustrasi ekonomi global. Foto: Freepik.com

Diketahui, ekonomi saat ini dalam ancaman. Hal tersebut dilihat berdasarkan kondisi kenaikan harga emas yang kian melambung dan tanpa henti. Bahkan, berdasarkan pantauan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkini, nilainya menurun tajam.

Situasi tersebut dinilai Pengamatan Ekonomi Sumsel Sri Rahayu jadi isyarat ekonomi daerah potensi memburuk. Menurutnya, kondisi harga emas terus melambung, harus menjadi perhatian serius. Sebab, keadaan sekarang merupakan tanda keuangan dan ekonomi wilayah tidak stabil.

"Kondisi ekonomi saat ini sedang tidak stabil dan penuh ketidakpastian," ujarnya 28 Januari lalu.

Tercatat pada 28 Januari, nilai IHSG pada angka perdagangan terpantau merosot. Yakni IHSG turun 6,8 persen ke level 8.369,48. Akibatnya, 488 saham merah, 408 tak bergerak dan hanya 62 naik.

Sedangkan dari pantauan harga emas 29 Januari 2026, kenaikan melambung signifikan. Yakni kenaikan sentuh Rp1 juta per suku atau 6,7 gram untuk perhiasan di angka Rp17,9 juta. Sementara emas batangan nyaris naik Rp200 ribu per gram.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More

8,8 Ton Kopi Robusta Asal Pagar Alam Menuju Pasar Australia

29 Jan 2026, 18:15 WIBNews