Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Daerah Rentan Banjir, BPBD Muba Wajibkan Anak-anak Belajar Berenang

Kepala BPBD Muba Marko Susanto saat mengedukasi anak-anak terkait siaga bencana.
Kepala BPBD Muba Marko Susanto saat mengedukasi anak-anak terkait siaga bencana. (Dok. BPBD Muba)
Intinya sih...
  • Sebagian besar kecamatan di Muba terdapat sungai
  • Anak-anak harus mengetahui kapan mereka harus siap dan siaga saat bencana datang
  • Siaga bencana diterapkan dalam aplikasi pembelajaran yang tertera dalam kurikulum
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Musi Banyuasin, IDN Times - Terletak di wilayah yang rentan bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mengimbau para orang tua dan guru agar mengajarkan anak-anak berenang sejak dini. Upaya ini untuk meminimalisasi munculnya korban jika sewaktu-waktu ada banjir melanda di kawasan yang banyak terdapat kelompok rentan.

Hal ini diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muba, Marko Susanto saat menerima kunjungan edukasi siswa dan guru TK Negeri 2 Sekayu ke kantor BPBD Muba, Kamis (29/1/2026). Di hadapan ratusan anak-anak dan orang tua, Marko menekankan pentingnya keahlian berenang untuk menyelamatkan diri sendiri ketika bencana banjir datang secara mendadak.

1. Sebagian besar kecamatan di Muba terdapat sungai

Kepala BPBD Muba Marko Susanto saat mengedukasi anak-anak terkait siaga bencana.
Kepala BPBD Muba Marko Susanto saat mengedukasi anak-anak terkait siaga bencana. (Dok. BPBD Muba)

Marko menegaskan, di musim hujan saat ini Kabupaten Muba sering terjadi bencana banjir dan longsor. Apalagi dari sisi geografis, sebagian besar kecamatan di Muba terdapat sungai yang dapat sewaktu-waktu meluap.

"Selain berbagai mitigasi yang sudah kita lakukan, hal penting lainnya adalah persiapan diri sendiri dalam menghadapi bencana. Salah satunya keahlian berenang. Maka itu saya harap orang tua bisa memperkenalkan dan mengajarkan skill renang kepada anak-anak agar mereka bisa menyelamatkan diri sendiri nantinya," ujarnya.

2. Anak-anak harus mengetahui kapan mereka harus siap dan siaga saat bencana datang

Kepala BPBD Muba Marko Susanto saat mengedukasi anak-anak terkait siaga bencana.
Kepala BPBD Muba Marko Susanto saat mengedukasi anak-anak terkait siaga bencana. (IDN Times/Yuliani)

Selain mengimbau keahlian berenang, anak-anak juga diedukasi bagaimana menyelamatkan diri saat ada bencana alam. Seperti melarikan diri ke tempat yang lebih tinggi dan tidak bermain ke area berbahaya dan jauh dari jangkauan orang dewasa.

"Saya yakin apabila anak-anak sudah dibekali pemahaman terkait pengetahuan dasar kebencanaan, kelak mereka memiliki kesiapsiagaan dan kewaspadaan untuk lebih peka dan cepat bertindak," ucap Marko.

Dalam edukasi tersebut, petugas BPBD juga memperkenalkan berbagai alat yang kerap digunakan untuk aksi penyelamatan. Mulai dari alat pemadam api ringan (APAR), mobil pemadam kebakaran (Damkar) beserta perlengkapannya, baju APD Karhutla, peralatan selam, mesin penyedot air, mesin pemotong pohon, hingga perlengkapan pendukung lainnya.

3. Siaga bencana diterapkan dalam aplikasi pembelajaran yang tertera dalam kurikulum

Anak-anak dari TK Negeri 2 Sekayu saat melakukan kunjungan edukasi ke BPBD Muba.
Anak-anak dari TK Negeri 2 Sekayu saat melakukan kunjungan edukasi ke BPBD Muba. (IDN Times/Yuliani)

Sementara itu, dalam kunjungan kali ini terdapat 179 anak-anak beserta orang tuanya yang disambut langsung Kepala BPBD Muba beserta staf dan petugas lainnya. Salah satu guru TK Negeri 2 Sekayu, Wilisetiawati mengatakan, dengan kegiatan ini pihaknya berharap anak-anak dapat memperoleh pengalaman langsung dan memahami bagaimana bersikap jika menghadapi situasi bencana.

"Kegiatan ini penting agar anak-anak bisa mengetahui sebab dan akibat yg terjadi saat bencana datang. Anak mengetahui bencana apa yang terjadi dan mereka diberikan edukasi apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana seperti menyelamatkan diri, memanggil orang tua, atau menelepon pihak yang terkait," ucapnya.

Pihaknya tak lupa memberikan edukasi di dalam kurikulum terkait bencana yang sering terjadi di sekitar tempat tinggal. Ia mencontohkan di kabupaten Muba banjir sering terjadi karena meluapnya Sungai Musi.

"Anak-anak selalu diingatkan menggunakan pelampung jika bermain air dan harus di dampingi orang tua. Anak juga diberikan edukasi cara menyelamatkan diri saat banjir. Semua itu sudah kita sematkan dalam pembelajaran karena sangat penting untuk wawasan baru mereka," ungkapnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More

Prospek Ekonomi Sumsel 2026 Ditarget Positif, Meski Dibayangi Krisis

29 Jan 2026, 17:29 WIBNews