Ogan Ilir, IDN Times -Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel menemukan sebanyak 19 titik kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Deteksi itu berasal dari hasil patroli udara dan darat pada 17 Juli 2026. Sebaran titik api (firespot) tersebut terdeteksi di 8 kabupaten dengan potensi kemudahan terjadi kebakaran sangat mudah (very high).
Selain itu, data Sipongi KLH menunjukkan sepanjang Januari hingga Juli 2026 indikasi luas karhutla di Sumsel mencapai 664,87 hektare lahan terdampak dari total 422 kejadian karhutla. Kondisi ini diprediksi meningkat mengingat kondisi cuaca di Sumsel cerah berawan dengan potensi hujan ringan di sejumlah wilayah.
