Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumsel Capai 664,87 Hektare
Tim BPBD dan Manggala Agni saat melakukan pemadaman lahan yang terbakar. (Dok. Manggala Agni)
  • BPBD Sumsel mendeteksi 19 titik kebakaran hutan dan lahan di delapan kabupaten dengan total luas terdampak mencapai 664,87 hektare hingga Juli 2026.
  • Sembilan kabupaten di Sumsel telah menetapkan status siaga karhutla, dengan dukungan pesawat dan helikopter untuk patroli serta water bombing selama puncak kemarau Agustus–September.
  • Luas lahan terbakar naik 77,4 persen dibanding tahun sebelumnya, didominasi lahan mineral, dan penanganan difokuskan di Ogan Ilir karena adanya infrastruktur strategis yang harus dilindungi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ogan Ilir, IDN Times -Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel menemukan sebanyak 19 titik kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Deteksi itu berasal dari hasil patroli udara dan darat pada 17 Juli 2026. Sebaran titik api (firespot) tersebut terdeteksi di 8 kabupaten dengan potensi kemudahan terjadi kebakaran sangat mudah (very high).

Selain itu, data Sipongi KLH menunjukkan sepanjang Januari hingga Juli 2026 indikasi luas karhutla di Sumsel mencapai 664,87 hektare lahan terdampak dari total 422 kejadian karhutla. Kondisi ini diprediksi meningkat mengingat kondisi cuaca di Sumsel cerah berawan dengan potensi hujan ringan di sejumlah wilayah.

1. Sebaran hotspot menunjukkan peningkatan signifikan di 10 wilayah

Tim BPBD dan Manggala Agni saat melakukan pemadaman lahan yang terbakar. (Dok. Manggala Agni)

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan, sebaran karhutla tersebut terjadi di Kabupaten Ogan Ilir 6 titik, Ogan Komering Ilir (OKI) 4 titik, Muara Enim 3 titik, dan Penukal Abab Lematang Ilir 2 titik. Sementara untuk di Musi Banyuasin, Musi Rawas, Ogan Komering Ulu Selatan dan Banyuasin masing-masing terdapat 1 titik firespot.

"Hasil monitoring sebaran hotspot juga menunjukkan peningkatan signifikan di 10 wilayah pada hari ini, 18 Juli. Di mana Kabupaten Muba menempati posisi tertinggi yakni 19 titik, Muara Enim 17 titik disusul Lahat 10 titik. Untuk wilayah lain angkanya tidak lebih dari 5 titik," ujarnya, Sabtu (18/7/2026).

2. Sudah 9 kabupaten di Sumsel yang menetapkan status siaga karhutla

Tim BPBD dan Manggala Agni saat melakukan pemadaman lahan yang terbakar. (Dok. Manggala Agni)

Sudirman menambahkan, hingga pertengahan Juli 2026 terdapat 9 kabupaten di Sumsel yang telah menetapkan status siaga karhutla, yakni Muara Enim, Banyuasin, Muba, Ogan Ilir, OKI, PALI, OKU, Musi Rawas Utara (Muratara), dan Musi Rawas. Saat ini kesiapan Subsatgas Udara di Lanud SMH Palembang yakni 1 unit pesawat Cessna untuk patroli, 1 unit helikopter patroli, dan 5 unit helikopter water boombing.

"Puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September. Kami terus mengimbau pemerintah kabupaten dan kota agar meningkatkan patroli terpadu, sosialisasi kepada masyarakat, serta memperkuat langkah pencegahan untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau," katanya.

3. Total luas lahan terbakar naik 77,4 persen dibandingkan 2025

Tim BPBD dan Manggala Agni saat melakukan pemadaman lahan yang terbakar. (Dok. Manggala Agni)

Sementara itu, Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatra, Ferdian Krisnanto, menambahkan total luas lahan terbakar mencapai 664,87 hektare atau naik 77,4 persen dibandingkan 374,8 hektare pada semester I/2025.

Data luasan karhutla tersebut diperoleh dari hasil analisis citra satelit melalui kerja sama Kementerian Kehutanan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Kementerian Lingkungan Hidup.

"Berdasarkan jenis lahannya, karhutla di Sumsel sepanjang semester I 2026 masih didominasi lahan mineral dengan luas mencapai 642,3 hektare, sedangkan lahan gambut tercatat 22,57 hektare," jelasnya.

4. Penanganan karhutla diprioritaskan di Kabupaten Ogan Ilir

Tim BPBD dan Manggala Agni saat melakukan pemadaman lahan yang terbakar. (Dok. Manggala Agni)

Menurut Ferdian, luasan karhutla tersebut masih berpotensi bertambah seiring meningkatnya frekuensi kejadian kebakaran sepanjang Juli. Saat ini penanganan karhutla di Sumsel diprioritaskan pada sejumlah wilayah, salah satunya Kabupaten Ogan Ilir. Wilayah tersebut menjadi perhatian karena memiliki sejumlah infrastruktur strategis yang harus dilindungi dari ancaman kebakaran, seperti jalan tol, jalan lintas, serta beberapa objek vital nasional.

"Kalau terjadi kebakaran di sisi jalan, asapnya bisa mengganggu lalu lintas, memicu kecelakaan, dan di sana juga ada beberapa pipa minyak yang menjadi perhatian kami," jelasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article