Dianggap Dokternya Nirempati, RS Pusri Diberi Rating Jelek Warga Net

- Komentar kasar dokter Tamara Dewi Jasmine kepada pasien BPJS Yurizal Tri Chaerawan memicu sorotan publik dan ulasan negatif di Google Maps, menurunkan rating RS Pusri menjadi 3,9 bintang.
- Manajemen RS Pusri menilai tindakan tersebut merugikan nama baik rumah sakit, telah mendengar klarifikasi, lalu memutuskan menghentikan kerja sama dengan dokter mitranya itu.
- RS Pusri menyatakan layanan dan pengobatan tetap normal, sambil berbenah agar tenaga medis menjaga komunikasi serta melayani pasien sesuai standar tanpa membedakan latar belakang.
Palembang, IDN Times - Efek perkataan kasar dari dokter Rumah Sakit Pupuk Sriwidjaja (RS Pusri) bernama Tamara Dewi Jasmine mendorong masyarakat untuk memberi penilaian online terhadap rumah sakit tersebut. Pasalnya, komentar nirempati terhadap pasien BPJS Kesehatan Yurizal Tri Chaerawan menjadi sorotan publik hingga mendatang ulasan jelek di google maps.
"Imbas perbuatan dokter Tamara membuat rating rumah sakit menjadi turun menjadi bintang 3,9," ungkap Humas RS Pusri Palembang, Diah Dwi Anugrah, Sabtu (8/8/2026).
1. Perbuatan Tamara dinilai rugikan RS

Kondisi ini dinilai pihak RS telah merugikan nama baik yang sudah dibangun sebelumnya. Untuk itu, RS Pusri memilih untuk tidak melanjutkan kerja sama dengan dokter mitranya tersebut lantaran merugikan nama baik rumah sakit.
"Setelah viral dalam pemberitaan, manajemen rumah sakit sudah beberapa kali mendengar klarifikasi dari yang bersangkutan, lalu rumah sakit mengambil keputusan untuk memberhentikannya," bebernya.
2. Pelayanan RS tetap berjalan seperti biasa

Diah memastikan, setelah kejadian ini pihaknya akan segera berbenah diri untuk memastikan para dokter dan tenaga medis tak berbicara sembarangan. Dirinya pun memastikan aktivitas pelayanan dan pengobatan tetap berjalan normal.
"Semua pelayanan tetap berjalan, tidak ada dampak sama sekali. Pasien tetap berobat seperti biasa," ungkapnya.
3. Pastikan tidak lihat latar belakang pasien

Diah memastikan seluruh dokter dan tenaga kesehatan di RS Pusri Palembang tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat tanpa membedakan latar belakang pasien.
"Kami tidak melihat latar belakang pasien berasal dari mana. Kami menjalankan pelayanan kesehatan sesuai standar dan SOP," katanya.
















