Helikopter pemadam Karhutla di Sumsel. (IDN Times/Rangga Efrizal)
Sudirman menambahkan, berdasarkan pemetaan BPBD Sumsel, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menjadi daerah dengan jumlah kejadian terbanyak. Tercatat ada 44 kejadian sehingga daerah tersebut masuk kategori zona merah.
"Untuk zona merah hanya PALI karena jumlah kejadiannya sudah di atas 30 kali. Sementara sejumlah daerah lainnya masuk kategori zona oranye atau memiliki 16-30 kejadian," ungkapnya.
Daerah dengan kategori zona oranye yakni Musi Banyuasin (Muba) dengan 34 kejadian, Muara Enim sebanyak 23 kejadian, Ogan Ilir 23 kejadian, dan Musi Rawas Utara (Muratara) 16 kejadian. Sudirman menegaskan, kejadian di daerah-daerah ini juga cukup tinggi sehingga menjadi perhatian dalam upaya penanganan dan pencegahan.
"Kabupaten dan kota lainnya masih berada pada kategori zona kuning dengan jumlah 1-15 kejadian. Sementara tiga daerah di Sumsel hingga kini belum mencatatkan kejadian karhutla, yaitu Empat Lawang, Pagar Alam, dan OKU Selatan," ungkapnya.