Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jemaah Haji Sumbar Terima Kartu Nusuk lebih Awal
Kakanwil Kemenhaj, M Rifki memberikan pengarahan kepada anggotanya (Foto: Dok Kemenhaj)
  • Kemenhaj Sumbar menyerahkan kartu nusuk lebih awal melalui embarkasi agar jemaah haji bisa menggunakannya langsung saat tiba di Arab Saudi.
  • Penyesuaian layanan OSS mencakup pembagian stiker koper kabin di daerah dan penambahan tenda tunggu untuk mencegah penumpukan jemaah di aula kedatangan.
  • Simulasi layanan dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan berjalan lancar, dengan target pelayanan haji 2026 lebih cepat, tertib, dan efisien di Embarkasi Padang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Padang, IDN Times - Jemaah haji yang akan berangkat ke tanah suci Mekah untuk menunaikan ibadah haji mendapatkan kartu nusuk lebih awal dibanding tahun sebelumnya.

"Sebelumnya kartu nusuk diterima jemaah di Arab Saudi, tapi perbedaannya tahun ini diserahkan lebih awal melalui embarkasi," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat M. Rifki, Selasa (21/4/2026).

Ia mengatakan, kartu nusuk akan diserahkan kepada para jemaah sebelum keberangkatan pertama yang dijadwalkan tanggal 24 April 2026.

1. Alasan serahkan kartu nusuk lebih awal

Kakanwil Kemenhaj, M Rifki memberikan pengarahan kepada anggotanya (Foto: Dok Kemenhaj)

Rifki mengatakan, ada beberapa penyesuaian yang dilakukan dalam pelayanan One Stop Service (OSS) untuk jemaah haji tahun ini.

"Dengan menyerahkan kartu nusuk lebih awal tentunya bisa memberikan kemudahan sekaligus mempercepat proses layanan bagi jemaah," katanya.

Rifki mengatakan jemaah bisa menyimpan kartu nusuk yang telah diserahkan dan memperlihatkannya kepada petugas haji di Arab Saudi saat sampai di tanah suci.

2. Penyesuaian lainnya di layanan OSS

Kakanwil Kemenhaj, M Rifki memberikan pengarahan kepada anggotanya (Foto: Dok Kemenhaj)

Selain itu, Kemenhaj Sumbar juga melakukan penyesuaian pada distribusi stiker koper kabin. Tahun ini, stiker dibagikan lebih awal di daerah melalui kantor Kemenhaj kabupaten dan kota.

“Selama ini stiker ditempelkan di asrama oleh petugas. Dengan dibagikan di daerah, proses di embarkasi menjadi lebih cepat dan jemaah bisa langsung menuju kamar,” katanya.

Perubahan juga dilakukan pada alur layanan di aula kedatangan. Untuk menghindari penumpukan, panitia menyiapkan tenda besar di depan aula kedatangan sebagai area tunggu tambahan bagi jemaah.

“Dengan penambahan tenda ini, jemaah tidak perlu menumpuk di dalam aula. Mereka bisa menunggu dengan lebih tertib dan nyaman sebelum mengikuti tahapan layanan berikutnya,” ujar Rifki.

3. Sudah lakukan simulasi

Kakanwil Kemenhaj, M Rifki memberikan pengarahan kepada anggotanya (Foto: Dok Kemenhaj)

Adanya perubahan tersebut, Rifki mengatakan pihaknya telah melakukan simulasi untuk pelaksanaan OSS dan memastikan seluruh tahapan layanan berjalan optimal.

Simulasi tersebut menurutnya mencakup seluruh proses pelayanan, termasuk penyerahan kartu nusuk yang tahun ini diintegrasikan dalam layanan di embarkasi.

“Kita terus lakukan evaluasi dan penyempurnaan. Jika ada layanan yang bisa diselesaikan di daerah, tentu akan kita optimalkan agar proses di embarkasi lebih efisien,” katanya.

Melalui penyesuaian ini, Kemenhaj Sumbar menargetkan pelayanan jemaah haji di Embarkasi Padang berjalan lebih cepat, tertib, dan terintegrasi pada musim haji 2026.

Editorial Team