Palembang, IDN Times - Sempat turun ke angka 794 titik pada Minggu (18/10/2026), jumlah titik panas atau hotspot di Sumatra Selatan kembali bergerak naik dan memicu kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel melaporkan jumlah hotspot kembali ke angka 1.111 titik berdasarkan data Sipongi pada Senin (19/10/2026) atau dalam 24 jam terakhir.
Hingga 19 Oktober, angka tersebut nyaris menyusul perolehan September sekaligus tertinggi sepanjang 2026. Bahkan, secara akumulatif, jumlah hotspot sepanjang 1 Januari–17 Oktober 2026 menjadi yang tertinggi sejak 2015 dengan mencatat angka 108.191 titik.
