Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sumsel Uji Coba Dry Ice Penanganan Asap Karhutla, Apa Hasilnya?

Kota Palembang
2 min read
Sumsel Uji Coba Dry Ice Penanganan Asap Karhutla, Apa Hasilnya?
Tim BPBD Sumsel saat melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). (Dok. BPBD Sumsel)

  • Pemprov Sumatra Selatan menguji penyemaian dry ice sejak 15 Oktober 2026 untuk menangani asap karhutla; warga Palembang melaporkan bau asap dan sesak napas mulai berkurang, meski belum optimal.
  • Warga di Plaju, Sudirman, dan Ilir Timur I merasakan udara lebih bersih, awan biru mulai terlihat, serta asap tidak banyak masuk ruangan pada waktu tertentu.
  • Uji coba dry ice berlangsung 10 hari dan dievaluasi bersama BPBD Sumsel; operasi modifikasi cuaca menggunakan NaCl menunggu hasil penyemaian serta perkembangan awan hujan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan melakukan uji coba penyemaian dry ice sejak 15 Oktober 2026. Teknologi yang dilakukan dalam penanganan asap karhutla, mulai menunjukkan hasil meski belum optimal.

"Pagi tadi berkurang (sekitar jam 08.00 WIB) dan bau asapnya tinggal sedikit, tapi belum 100 persen. Nah nanti siang di atas jam dua gak tau masih kecium ngga, soalnya jam segitu muncul asap sampai sore," ujar warga Plaju Palembang Yustiani, Sabtu (17/10/2026).

  1. 1. Bau asap tidak masuk dalam ruangan

    Kondisi kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kota Palembang
    Kondisi kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kota Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Menurutnya, asap pekat yang biasanya tercium di waktu dini hari, hari ini 17 Oktober mengalami pengurangan bau asap. Hal itu kata Yustiani, karena asap tidak masuk ke dalam ruangan dan kamar. "Jam dini hari gak ke luar. Tapi, asapnya gak masuk ke kamar," kata dia.

    Salah satu warga yang tinggal di Sudirman, Ipe menyatakan, saat pemprov melakukan penyemaian dry ice, lokasi tempat tinggal mendapatkan udara bersih meski belum maksimal.

    "Jam setengah 8an (pagi) sudah mulai terlihat awan biru di rumah. Biasanya gak keliatan karena asap," ujar Ipe.

    Sementara menurut Krisna warga Ilir Timur I yang pengidap asma, dirinya merasakan udara lebih baik di waktu malam hari. Kata dia, biasanya mulai jam 23.00 WIB hingga dini hari pukul 02.00 WIB, ia susah bernapas dan merasakan sesak."Malem ini tadi kayakanya kerasa agak lega (bernapas) agak enak. Coba dari kemaren-kemaren lakukan dry ice," kata dia.

  2. 2. Pelaksanaan OMC tunggu hasil semai dry ice

    hujan deras
    ilustrasi hujan deras (pexels.com/Adrien Olichon)

    Diketahui, penyemaian dry ice di Sumsel akan dilakukan selama 10 hari. Sepanjang masa uji coba, pemerintah akan melakukan evaluasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Sumsel. Tak hanya upaya dry ice, OMC (operasi modifikasi cuaca) dengan NaCl juga akan dilakukan.

    "Pelaksanaan OMC dilakukan menunggu hasil dari penyemaian dry ice. OMC masih menunggu perkembangan awan hujan. Mudah-mudahan setelah dilakukan dry ice bisa terbuka dan asap naik ke atas, (setelahnya) menurut BMKG akan muncul bibit-bibit pembentukan awan hujan," jelas Kepala Pelaksana BPBD Sumsel M Iqbal Alisyahbana.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More