Dry Ice Diduga Jebol Atap Rumah Warga Palembang, Ini Respons BMKG

Warga Palembang, Mak Cilla, melaporkan benda putih menyerupai es berasap jatuh dari atap rumah, menembus seng dan plafon saat ia beristirahat.
Benda tersebut mengeluarkan gelembung mirip uap ketika dimasukkan ke ember berisi air, memicu kekhawatiran karena dinilai dapat membahayakan penghuni rumah.
BMKG Sumatra Selatan memastikan benda itu bukan dry ice operasi modifikasi cuaca, karena dry ice berukuran kecil dan telah menyublim sebelum mencapai permukaan tanah.
Palembang, IDN Times - Seorang warga Palembang membagikan pengalaman mengejutkan setelah sebuah benda menyerupai bongkahan es jatuh ke dalam rumahnya hingga merusak atap dan plafon. Warga tersebut menduga benda yang jatuh itu berkaitan dengan operasi dry ice untuk penanganan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pengalaman itu dibagikan oleh pemilik akun Facebook @Mak Cilla melalui unggahannya di media sosial. Dalam ceritanya, peristiwa tersebut terjadi ketika dia sedang beristirahat di dalam rumah. Suara benturan keras yang tiba-tiba terdengar membuatnya terkejut. Awalnya, Mak Cilla mengira suara itu berasal dari kipas angin yang terpasang di dinding rumahnya.
Namun, dugaan tersebut berubah ketika sebuah benda berukuran cukup besar jatuh dari bagian atap. Benda berwarna putih itu disebut menyerupai es batu dan mengeluarkan asap. Benturannya membuat atap hingga plafon rumahnya berlubang.
1. Benda putih mengeluarkan gelembung saat dimasukkan ke air

Unggahan akun Facebook @Mak Cilla yang mengaku rumahnya tertimpa benda yang jatuh dari langit (Dok: Mak Cilla) Mak Cilla kemudian mencoba mencari tahu benda yang jatuh ke dalam rumahnya tersebut. Dia memasukkan benda berwarna putih itu ke dalam ember berisi air. Saat terkena air, benda tersebut mengeluarkan gelembung yang tampak menyerupai uap. Pengalaman itu membuatnya semakin khawatir, terlebih benda tersebut jatuh hingga menembus bagian dalam rumah.
Mak Cilla juga mengungkapkan kekhawatirannya jika kejadian serupa kembali terjadi. Menurut dia, benda yang jatuh dari ketinggian itu berpotensi membahayakan penghuni rumah apabila mengenai tubuh seseorang.
"Tiba-tiba terdengar suara kencang seperti bom meledak, ada yang jatuh. Saya kira kipas angin di dinding meledak, ternyata benda satu ini, mirip es batu, berasap, jatuh dari atas sampai plafon rumahku jebol," tulis Mak Cilla dalam akun media sosialnya yang dikutip IDN Times, Senin (19/10/2026).
2. Khawatir benda serupa membahayakan penghuni rumah

Unggahan akun Facebook @Mak Cilla yang mengaku rumahnya tertimpa benda yang jatuh dari langit (Dok: Mak Cilla) Dalam unggahannya, Mak Cilla menyinggung pelaksanaan operasi dry ice yang tengah dilakukan pemerintah untuk membantu penanganan kabut asap di Palembang. Dia berharap ada cara lain untuk mengatasi persoalan asap tanpa menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat yang tinggal di bawah wilayah pelaksanaan operasi tersebut.
"Apa tidak ada cara lain untuk menghilangkan asap ini, jangan pakai kayak es batu ini. Jola menimpa kepalaku, aku pasti mati atau masuk rumah sakit. Berantakan di rumah ini sampai keluar. Soal seng rumah sama plafon yang jebol tidak apa-apa, tapi jika menimpaku pasti beda ceritanya," tulisnya.
3. BMKG pastikan bukan bahan dry ice

Kondisi kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kota Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal) Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatra Selatan, Wandayantolis, memastikan benda yang diduga menjebol atap rumah warga di Palembang bukan berasal dari bahan dry ice yang digunakan dalam operasi modifikasi cuaca (OMC).
Meski begitu, Wandayantolis mengaku belum dapat memastikan jenis benda yang jatuh hingga merusak atap dan plafon rumah warga tersebut. Dia menjelaskan, dry ice yang digunakan dalam operasi berukuran kecil sehingga sudah menyublim sebelum mencapai permukaan tanah.
"Bukan (bahan dry ice) pak. Dry ice ukurannya kecil, sudah menguap di atas," kata Wandayantolis.



















