Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Harga Emas Palembang Stabil Rp15,7 Juta Sesuku, Apa Penyebabnya?

Harga Emas Palembang Stabil Rp15,7 Juta Sesuku, Apa Penyebabnya?
ilustrasi emas perhiasan (unsplash.com/Gabriella S)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Harga emas perhiasan di Palembang stabil di Rp15,7 juta per suku atau setara 6,7 gram, berdasarkan pantauan di toko Rajamas Lemabang.
  • Pengamat ekonomi menjelaskan kestabilan harga emas dipengaruhi keseimbangan antara permintaan dan penawaran yang tetap konsisten di pasar.
  • Ahli menilai masyarakat sebaiknya tidak membeli emas karena tren semata agar harga tetap terkendali dan tidak melonjak akibat perilaku konsumtif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Palembang, IDN Times - Harga emas perhiasan Palembang hari ini, Minggu (8/3/2026), terpantau stabil di angka Rp15,7 juta per suku setara 6,7 gram. Harga itu dijual di Rajamas Lemabang.

Namun, perlu diketahui harga emas tiap toko dan daerah berbeda-beda. Lalu, apa yang menyebabkan harga emas stabil?

1. Harga emas stabil dipengaruhi permintaan konsisten

ilustrasi emas perhiasan
ilustrasi emas perhiasan (pexels.com/Maryam)

Menurut Pengamat Ekonomi Sumatra Selatan (Sumsel) sekaligus dosen di Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) Sri Rahayu, faktor nilai emas yang tak goyah dan stabil dipengaruhi oleh penawaran dan permintaan di pasar juga konsisten.

"Kenaikan harga emas dipengaruhi oleh permintaan dan faktor supply-demand. Jika harga stabil dalam jangka panjang, artinya permintaan cenderung konsisten," katanya.

2. Penawaran-permintaan pasar memengaruhi harga emas

ilustrasi emas perhiasan
ilustrasi emas perhiasan (unsplash.com/Sandy Millar)

Sementara kata Pengamat Ekonomi Universitas Sriwijaya Soekanto Sairuki, fluktuasi dan kesetabilan harga emas juga dipengaruhi oleh inflasi ekonomi dunia dan faktor permintaan di pasaran.

Harga emas naik bila permintaan tinggi dan begitu sebaliknya. Namun, meski harga emas turun, ekonomi daerah tetap berpotensi terkena dampak inflasi global.

"Harga emas dipengaruhi oleh kondisi penawaran dan permintaan," katanya.

3. Beli emas jangan ikut tren ikut-ikutan

ilustrasi emas perhiasan
ilustrasi emas perhiasan (pexels.com/Airam Dato-on)

Dia menyampaikan langkah penting untuk menjaga harga emas tetap dan tak naik signifikan adalah dengan tenang menghadapi perang harga, dan masyarakat tak perlu terburu-buru membeli emas. Apalagi membeli emas karena tren, bukan tujuan investasi.

Biasanya, lanjut Soekanto, jika masyarakat membeli emas hanya untuk 'ikut-ikutan', bisa menyebabkan harga emas terus melambung dengan kenaikan tinggi. Apalagi harga emas sempat melonjak tajam pada Januari 2026 hingga tembus Rp17 juta per suku.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More