Seorang petani di kaki Gunung Dempo, Pagar Alam, bersama tanaman hortikultura cabai yang dirawatnya. (IDN Times/Hafidz Trijatnika)
Meski status Gunung Dempo belum mengalami perubahan, masyarakat dan wisatawan tetap diminta tidak mendekati pusat aktivitas kawah. Kawasan Kawah Marapi-Gunung Dempo memiliki potensi bahaya, termasuk paparan gas vulkanik.
Pengunjung juga dilarang bermalam atau camping mendekati pusat aktivitas kawah. Larangan diperluas hingga radius 2 kilometer pada sektor arah bukaan kawah, yakni barat laut hingga utara.
"Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan masyarakat, pengunjung, dan wisatawan tidak mendekati maupun bermalam di pusat aktivitas Kawah Marapi-Gunung Dempo dalam radius 1 kilometer," jelasnya.
Gunung Dempo sebelumnya sempat mengalami peningkatan aktivitas vulkanik pada Agustus 2025 dan April 2026. Saat itu, kawah sempat mengeluarkan asap dan abu vulkanik dengan ketinggian mencapai sekitar 2.000 meter. Karena itu, masyarakat maupun pendaki diimbau tetap mengikuti ketentuan keselamatan yang ditetapkan PVMBG dan tidak mengabaikan perkembangan aktivitas Gunung Dempo meski saat ini tidak ada pengaruh dari erupsi Anak Krakatau.