Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gubernur Sumsel Bentuk Satgas Pengawasan SPBU, Cegah Antrean BBM
Gubernur Sumsel Herman Deru (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Gubernur Sumsel Herman Deru membentuk Satgas pengawasan di setiap SPBU untuk mengatasi antrean panjang dan memastikan penyaluran BBM subsidi berjalan tertib.
  • Pemerintah provinsi meminta BPH Migas melakukan evaluasi sistem distribusi BBM serta membagi kuota subsidi langsung hingga tingkat SPBU agar lebih transparan dan adil.
  • Deru menegaskan penambahan kuota solar subsidi akan difokuskan pada SPBU jalur logistik yang mengalami antrean, dengan pengawasan ketat agar tidak terjadi penyalahgunaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Gubernur Sumsel Herman Deru memastikan akan segera membentuk satuan tugas (Satgas) pengawasan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis subsidi di Bumi Sriwijaya. Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas antrean BBM yang tak kunjung selesai akibat banyaknya kendaraan yang mengantre.

"Akan saya tandatangani pembentukan satgas di setiap SPBU nantinya akan melibatkan Satpol PP, Dishub, dan Polantas untuk mengawasi agar tidak terjadi antrean panjang," ungkap Herman Deru, Rabu (8/7/2026).

1. Minta kelangkaan solar subsidi diatasi langsung ke SPBU

Pengisian BBM di SPBU Veteran Palembang pasca kenaikan BBM Non-Subsidi yang berlaku pukul 00.00 WIB, Sabtu (18/4/2026) (IDN Times/Rangga Erfizal)

Deru menjelaskan, dirinya telah bertemu pihak Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk memastikan pemenuhan kuota BBM subsidi di Sumsel berjalan adil. Pihaknya bahkan telah mengusulkan agar alokasi kuota solar subsidi dibagi secara rinci mulai dari tingkat nasional, provinsi, kabupaten dan kota hingga ke tingkat SPBU.

"Kami sudah meminta BPH Migas karena selama ini kuota dibagi berjenjang, mulai dari nasional, provinsi, sampai kabupaten/kota. Ke depan, kami minta kuota provinsi langsung di-breakdown ke SPBU yang bermasalah," jelasnya.

2. Harus ada pendekatan baru soal kuota BBM

Gubernur Sumsel Herman Deru (IDN Times/Rangga Erfizal)

Deru meminta kepada BPH Migas untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi BBM. Dirinya meyakini bahwa kuota BBM bersubsidi tidak cukup hanya dilakukan pemetaan karena situasinya selalu berulang.

"Artinya soal kuota tadi saya sudah berkoordinasi dengan BPH Migas karena ada SPBU yang tidak mau menerima kuota subsidi karena ada mafia BBM di lapangan ini," jelasnya.

3. Akan minta ke pusat jika kuota tak mencukupi

Pengisian BBM di SPBU Veteran Palembang pasca kenaikan BBM Non-Subsidi yang berlaku pukul 00.00 WIB, Sabtu (18/4/2026) (IDN Times/Rangga Erfizal)

Tak hanya itu saja, Deru menegaskan penambahan kuota solar subsidi difokuskan pada SPBU yang mengalami antrean panjang, terutama di jalur logistik, dengan dukungan dari pemerintah daerah. Ia mengingatkan agar tambahan alokasi tersebut benar-benar digunakan sesuai peruntukannya dan tidak disalahgunakan.

"Untuk jalur logistik, kami meminta penambahan kuota diberikan kepada SPBU yang memang mengalami antrean, tentu dengan dukungan dari kepala daerah. Jangan sampai sudah minta tambahan alokasi, tetapi justru diselewengkan," jelasnya.

Menurutnya, jika penambahan kuota di tingkat provinsi belum memungkinkan, maka penyesuaian masih bisa dilakukan di tingkat kabupaten/kota maupun SPBU. Apabila kebutuhan kuota provinsi belum mencukupi hingga akhir tahun, pihaknya akan kembali mengajukan tambahan kepada pemerintah pusat.

"Kalau kebutuhan kuota provinsi masih kurang sampai akhir tahun, ya kita minta tambahan lagi ke pemerintah pusat," jelasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article