Libatkan Masyarakat, Pemerintah Perkuat Satgas Darat Atasi Karhutla

- BNPB memperkuat satgas darat untuk menangani karhutla di Sumsel, setelah 11 titik api terverifikasi mencakup sekitar 60 hektare hingga 30 Agustus 2026.
- Pemadaman darat menangani 12,5 dari 15 hektare lahan yang berhasil dipadamkan, melampaui water bombing 2,5 hektare; personelnya akan melibatkan relawan, Manggala Agni, TNI, Polri, dan pemda.
- Pemprov Sumsel membuka pendaftaran warga untuk satgas darat dengan uang semangat Rp150 ribu, sementara penegakan hukum karhutla telah menetapkan 29 tersangka dan 17 perkara masuk pengadilan.
Palembang, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan memperkuat satgas darat untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan (Sumsel). Langkah ini dilakukan setelah pemerintah menilai pemadaman di lapangan tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan udara.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, hingga 30 Agustus 2026 terdapat 11 fire spot yang terverifikasi di Sumsel. Titik tersebut merupakan hotspot yang telah diperiksa menggunakan patroli helikopter maupun drone dan dipastikan benar-benar terjadi kebakaran.
"Dalam FS itu ada 11, melingkupi lahan ada kurang lebih 60 hektare (ha). Dan dilakukan pemadaman, ada 15 ha yang dipadamkan, dan hari ini, 31 Agustus, di Sumsel ada sekitar 45 ha yang kita kerjakan," kata Suharyanto di Palembang, Senin (31/8/2026).
1. Satgas darat dinilai lebih efektif

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto (IDN Times/Rangga Erfizal) Dari 15 ha lahan yang berhasil dipadamkan, sebanyak 2,5 ha ditangani melalui water bombing (WB). Sementara 12,5 ha lainnya dipadamkan oleh satgas darat.
Menurut Suharyanto, data tersebut menunjukkan peran satgas darat masih menjadi kekuatan utama dalam penanganan karhutla di Sumsel.
"Artinya memang satgas darat ini menjadi kekuatan utama dalam memadamkan kebakaran hutan dan lahan," ujarnya.
Karena itu, pemerintah bersama pemerintah daerah sepakat memperkuat jumlah personel satgas darat. Penguatan tersebut akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari relawan, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), TNI, Polri, hingga unsur pemerintah daerah.
"Kita sepakat dengan Pemda dari hasil pemadaman yang hasilnya 15 ha, itu 2,5 ha oleh WB dan sisanya 12,5 ha oleh satgas darat," katanya.
2. Masyarakat bisa terlibat dalam tim relawan

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto (IDN Times/Rangga Erfizal) Suharyanto mengatakan, penanganan di Sumsel nantinya akan berada di bawah koordinasi pemerintah daerah, termasuk gubernur, bupati, dan wali kota sesuai wilayah masing-masing.
Pihaknya juga terbuka kepada masyarakat yang nantinya ingin membantu dan terlibat dalam tim relawan yang melakukan pemadaman darat.
"Satgas darat akan diperbanyak daripada hanya mengandalkan satgas udara," ujarnya.
3. Masyarakat dapat uang Rp150 ribu jika terlibat satgas darat

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto (IDN Times/Rangga Erfizal) Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan pemerintah daerah juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin terlibat langsung dalam satgas darat penanganan karhutla.
Menurutnya, masyarakat yang bergabung sebagai pasukan satgas akan mendapatkan uang semangat sebesar Rp150 ribu.
"Untuk satgas darat ini, boleh mendaftar sebagai pasukan. Itu ada uang semangatnya sebesar Rp150 ribu," kata Herman Deru.
Ia mengatakan masyarakat yang berminat dapat mendaftarkan diri untuk kemudian diakomodasi dalam penanganan karhutla di lapangan.
Herman Deru juga mengajak berbagai pihak, termasuk kalangan pers, untuk ikut membantu penanganan karhutla. Menurutnya, keterlibatan tersebut tidak harus selalu dalam bentuk pemadaman, tetapi juga dapat dilakukan melalui upaya promotif kepada masyarakat.
"Kalau masyarakat mau daftar saja nanti diakomodir termasuk teman-teman pers ini, bisa cuti dulu untuk membantu secara langsung minimal dalam aspek promotifnya," ujarnya.
4. Sudah ada 29 tersangka di Sumsel

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (IDN Times/Rangga Erfizal) Selain memperkuat pemadaman, pemerintah juga melanjutkan proses penegakan hukum terhadap pelaku karhutla. Suharyanto menyebut hingga saat ini sudah ada 29 tersangka yang diproses dalam perkara karhutla.
Penguatan satgas darat dan penegakan hukum tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menekan karhutla di Sumsel, terutama di tengah kondisi kemarau dan ancaman El Nino yang masih berlangsung.
"Penegakan hukum sudah ada 29 tersangka dan 17 sudah di pengadilan," ungkap Suharyanto.
















