Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ekspor Sumsel Menguat, tapi Hilirisasi Produk Unggul Belum Efektif

Ekspor Sumsel Menguat, tapi Hilirisasi Produk Unggul Belum Efektif
Gubernur Sumsel Herman Deru (Dok. Balai Karantina)
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Ekspor Sumsel pada Desember 2025 mencapai 6,72 miliar Dolar AS dengan surplus 5,24 miliar Dolar AS, namun hilirisasi produk unggul masih bergantung pada komoditas primer.
  • Pemerintah daerah mendorong generasi muda berperan dalam penguatan hilirisasi melalui ekspor turunan kelapa senilai Rp1,6 miliar ke Tiongkok dan Taiwan sebagai bagian program ekonomi terintegrasi.
  • Karantina Sumsel memastikan standar mutu dan kesehatan ekspor terpenuhi, sementara komoditas tumbuhan mendominasi 99,5 persen ekspor dan kontribusi karantina mencapai Rp9,10 triliun terhadap perekonomian daerah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Palembang, IDN Times - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor komoditas Sumatra Selatan pada Desember 2025 terpantau menguat dan kinerja perdagangan menunjukkan tren positif. Namun, dari sisi hilirisasi produk unggul masih belum optimal dan butuh diversifikasi.

"Sumsel akan membentuk langkah strategis dari generasi muda produktif, kreatif dan mampu menembus pasar internasional. Sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Gubernur Sumsel, Herman Deru, pada Rabu (29/6/2026) usai pelepasan ekspor komoditas turunan kelapa di Pelabuhan Boom Baru Palembang.

1. Total nilai ekspor Sumsel sekitar Rp1,6 miliar

Gubernur Sumsel Herman Deru (Dok. Balai Karantina)
Gubernur Sumsel Herman Deru (Dok. Balai Karantina)

Diketahui, kinerja perdagangan pada pergerakan nilai ekspor dilaporkan mencapai 6,72 miliar Dolar AS dengan surplus neraca perdagangan sebesar 5,24 miliar Dolar AS. Tetapi dalam hilirisasi, Sumsel hanya bergantung pada komoditas primer.

"Sumsel ke depan berupaya membangun wujud nyata dan komitmen bersama (stakeholder) dalam membentuk ekosistem kewirausahaan muda yang tangguh, inklusif dan berdaya saing global," jelasnya.

Deru menyampaikan, pengiriman produk turunan kelapa yang merupakan salah satu komoditas unggul Sumsel menjadi bagian dari implementasi program pengembangan ekonomi daerah yang terintegrasi dan berfokus pada penguatan hilirisasi.

"Melalui komoditas unggul, diharapkan turut mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha, khususnya generasi muda," kata dia.

Sementara, dari data ekspor turunan kelapa terbaru, Sumsel berhasil mengirimkan nilai komoditas sekitar Rp1,6 miliar ke pasar internasional. Ekspor tersebut meliputi 46 ton coconut charcoal dan 50 ton oconut shell chips tujuan Tiongkok. Termasuk pengiriman 21 ton kerupuk mentah dan 500 kg lada hitam ke Taiwan.

2. Karantina Sumsel berperan memenuhi standar dan mutu komoditas eksportir

IMG-20250711-WA0071.jpg
Kepala Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Sumsel Sri Endah Ekandari (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Kepala Karantina Sumsel, Sri Endah Ekandari, menambahkan bahwa dalam proses ekspor komoditas, balai karantina memiliki peran penting untuk memastikan seluruh produk memenuhi standar kesehatan, mutu dan ketertelusuran.

Sebab, dalam eksportir akses pasar internasional, produk wajib memenuhi standar tinggi. Termasuk jadi langkah pemerintah daerah menjaga kepercayaan pengiriman ke negara tujuan.

"Melalui sistem pemeriksaan dokumen, pemeriksaan fisik, hingga penerbitan sertifikat kesehatan, Karantina Sumsel memastikan komoditas ekspor aman, memenuhi standar internasional, dan memiliki daya saing tinggi," jelasnya.

3. Transformasi produk olahan diyakini mampu meningkatkan daya saing global

Sumsel ekspor turunan komoditas kelapa dari Pelabuhan Boom Baru Palembang (Dok. Balai Karantina)
Sumsel ekspor turunan komoditas kelapa dari Pelabuhan Boom Baru Palembang (Dok. Balai Karantina)

Lebih lanjut ia menyampaikan, secara sektoral, komoditas tumbuhan menjadi pilar utama ekspor dengan kontribusi mencapai 99,5 persen. Sementara, sektor perikanan dan peternakan masih memiliki potensi pengembangan. Di sisi lain, secara nasional produksi kelapa mencapai 2,86 juta ton dan khusus di Sumsel mencapai 61,7 ribu ton yang sebagian besar masih berupa bahan mentah.

"Transformasi menuju produk olahan menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing pasar global," katanya.

Kemudian dilihat dari Laporan Dampak Ekonomi Karantina Tahun 2025 yang disusun bersama BPS Sumsel, karantina berhasil.memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah. Yakni, dari ekspor komoditas yang melalui sertifikasi karantina sudah mencapai Rp9,10 triliun atau sekitar 8,38 persen dari total ekspor luar negeri dalam struktur Produk Domestik Regional Bruto.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More