Masih Dirawat, 7 Jemaah Haji Sumbar Belum Kembali dari Tanah Suci

- Tujuh jemaah haji asal Sumatra Barat masih berada di Makkah dan Madinah karena kondisi kesehatan yang belum memungkinkan untuk pulang.
- Pihak Kemenhaj menunggu kepastian kondisi kesehatan sebelum memulangkan jemaah, dengan pendamping dan tim medis tetap disiagakan di Tanah Suci.
- Kesehatan jemaah yang sudah kembali ke Indonesia akan dipantau selama 14 hari oleh Balai Karantina Kesehatan dan Puskesmas setempat.
Padang, IDN Times - Sebanyak tujuh jemaah haji Sumatra Barat sampai saat ini masih belum kembali ke Tanah Air dan masih berada di Makkah dan Madinah.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatra Barat, M. Rifki, mengatakan bahwa seluruh jemaah haji tersebut berasal dari Sumatra Barat.
"Ada satu orang dari kloter 1, 2 orang dari kloter 6, satu orang dari kloter 8, satu orang dari kloter 10, satu orang dari kloter 11 dan 2 orang dari kloter 12," katanya.
1. Keadaan jemaah haji yang tertinggal

Rifki mengatakan, tujuh jemaah tersebut masih belum bisa diberangkatkan karena keadaannya yang tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan jauh.
"Kabar yang kami dapatkan, jemaah tersebut sampai saat ini masih berada di ICU dan menjalani perawatan intensif," katanya.
Menurutnya, seluruh jemaah tersebut masih menjalani perawatan untuk bisa membaik dan memungkinkan untuk melakukan perjalanan jauh menggunakan pesawat.
2. Bagaimana proses pemulangan?

Rifki mengatakan, untuk pemulangan jemaah tersebut, pihaknya masih menunggu kepastian keadaan kesehatan para jemaah.
"Untuk pemulangan jemaah tersebut, kita menunggu terlebih dahulu. Kalau masih memungkinkan, akan kita tanazulkan ke debarkasi lainnya," katanya.
Tetapi jika masa haji sudah ditutup dan keadaan jemaah tersebut masih belum membaik, maka akan menunggu hingga keadaannya benar-benar bisa untuk diberangkatkan.
"Keluarga jemaah tidak perlu khawatir. Nanti akan ada beberapa pendamping dan tim kesehatan yang tetap berada di sana untuk menjaga jemaah haji," katanya.
3. Kesehatan jemaah akan tetap dipantau

Sementara, untuk jemaah haji yang sudah kembali, Rifki mengatakan bahwa kesehatannya akan terus dipantau hingga akhir waktu yang ditentukan.
"Menurut data Balai Karantina Kesehatan (BKK), kesehatan para jemaah haji akan dipantau selama 14 hari setelah kepulangan," katanya.
Jika ada jemaah yang mengalami sakit selama masa tersebut, maka pihak Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) akan melakukan pengecekan.

















