Daftar Koperasi Merah Putih di Sumsel, Baru Ada 11 Wilayah

- Koperasi Merah Putih telah terealisasi di beberapa wilayah Sumatra Selatan (Sumsel).
- 11 daerah di Sumsel memiliki koperasi simpan pinjam dengan suku rendah biaya permodalan.
- Satgas Pembentukan Koperasi Merah Putih bertanggung jawab dalam pengawasan dana pinjaman total Rp3 miliar bagi seluruh koperasi tersedia.
Palembang, IDN Times - Koperasi Merah Putih program Presiden Prabowo Subianto telah terealisasi di beberapa wilayah Sumatra Selatan (Sumsel). Sementara baru ada 11 daerah yang memiliki koperasi simpan pinjam dengan suku rendah biaya permodalan.
"Daerah yang sudah 100 persen membentuk koperasi Merah Putih antara lain Kabupaten PALI, Musi Rawas, Ogan Ilir dan Ogan Komering Ilir," kata Gubernur Sumsel Herman Deru dalam keterangan rilis yang diterima, Rabu (28/5/2025).
1. Tercatat 2.965 desa dalam proses pembentukan Koperasi Merah Putih

Kemudian daerah lain yang siap membentuk Koperasi Merah Putih yakni Kota Palembang, Kabupaten Muratara, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Lubuk Linggau, Prabumulih, dan Muara Enim.
Berdasarkan data kementerian, peluncuran Koperasi Merah Putih dalam proses di sejumlah daerah berada di Kabupaten Lahat (92 persen), Empat Lawang (90 persen), Banyuasin (78 persen), OKU Selatan (66 persen), Pagaralam (54 persen) dan OKU (54 persen).
Sedangkan dari total 3.258 desa dan kelurahan di Sumsel, sebanyak 2.965 atau sekitar 91 persen sudah melaksanakan musyawarah desa khusus (musdessus) dan 1.822 desa telah membentuk koperasi.
2. Dana pinjaman Koperasi Merah Putih hingga Rp3 miliar

Deru menyampaikan, Satgas Pembentukan Koperasi Merah Putih telah dibentuk berdasarkan Inpres dan Kepres. Satgas tersebut bertanggung jawab dalam pengawasan dana pinjaman yang dipersiapkan total Rp3 miliar bagi seluruh koperasi tersedia.
"Agar tidak disalahgunakan, setiap desa nantinya akan memiliki agen elpiji, penyewaan alsintan, hingga agen sembako dengan harga grosir. Kepala daerah harus melakukan pengawasan ketat terhadap penggunaan dana," jelas dia.
3. Sektor pertanian dan pangan jadi prioritas Koperasi Merah Putih

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, sektor pertanian dan pangan menjadi prioritas pemerintah pusat dalam keberlanjutan ekonomi daerah.
"Pemerintah mencadangkan dana Rp250 triliun untuk koperasi Merah Putih, Rp300 triliun untuk KUR, dan Rp200 triliun untuk MBG," katanya.
Dia juga menyampaikan, beras dan jagung saat ini mengalami surplus. Sehingga melalui Koperasi Merah Putih diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di desa secara menyeluruh.
Diketahui, Presiden RI telah menerbitkan Inpres Nomor 9 Tahun 2025 dan Kepres Nomor 9 Tahun 2025 tentang Satgas Percepatan Pembentukan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih.
4. Pemkot Palembang dukung program Koperasi Merah Putih

Wali Kota Palembang Ratu Dewa menambahkan, pemerintah kota (pemkot) turut mendukung penuh program nasional pembentukan Koperasi Merah Putih di seluruh desa dan 107 kelurahan Kota Palembang.
Menurutnya, pembentukan Koperasi Merah Putih di desa dan kelurahan merupakan solusi strategis untuk mendorong pemerataan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Palembang sangat siap menjalankan misi besar ini agar perputaran ekonomi tidak hanya terjadi di kota," katanya.
Dia berharap, kehadiran koperasi ini dapat menjadi garda terdepan dalam pembangunan ekonomi kerakyatan serta menyokong perekonomian nasional.



















