Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kesal Digerayangi, Pria Asal Ogan Ilir Bunuh Rekan Sesama Pekerja SPPG

Tersangka Andi saat menyerahkan diri ke Polsek IB I Palembang
Tersangka Andi saat menyerahkan diri ke Polsek IB I Palembang (Dok: Polsek IB I Palembang)
Intinya sih...
  • Andi (38) warga Ogan Ilir menyerahkan diri usai membunuh rekan kerjanya di SPPG.
  • Korban dan pelaku sudah saling kenal sejak sama-sama bekerja di SPPG di kawasan Plaju.
  • Tersangka kesal karena sering diganggu korban, padahal tersangka sudah punya istri dan anak.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Seorang pria bernama Andi (38), warga Ogan Ilir menyerahkan diri usai membunuh rekan kerjanya di salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Tersangka menyerahkan diri setelah polisi menemukan wanita berinisial WU (50) yang tewas di semak-semak kebun nanas di Desa Gaung Asam, Kecamatan Belida, Muara Enim, Selasa 27 Januari.

"Pelaku mendatangi rumah salah satu anggota kami lalu dibawa ke Polsek dan mengakui kalau dia yang membunuh perempuan tersebut," ungkap Kapolsek Ilir Barat I Kompol Fauzi Saleh, Rabu (28/1/2026).

1. Tersangka dan korban sesama pekerja di SPPG

Ilustrasi garis polisi
Ilustrasi garis polisi. (IDN Times/Arief Rahmat)

Fauzi menjelaskan, antara korban dan pelaku sudah saling kenal sejak sama-sama bekerja di SPPG di kawasan Plaju. Korban dan pelaku sempat pergi bersama sebelum akhirnya terjadi pembunuhan.

"Tersangka dan korban adalah rekan kerja sama-sama di SPPG, pelaku sebagai OB dan korban tukang cuci ompreng," jelas dia.

Dari pemeriksaan awal yang dilakukan tim Reskrim Polsek IB I Palembang, tersangka diduga kesal lantaran kerap diganggu korban. Bahkan dirinya merasa dilecehkan dan kerap digoda korban Motif pembunuhan yang dilakukan oleh tersangka lantaran kesal karena mengaku sering diganggu oleh korban, sedangkan tersangka sudah memiliki istri dan anak.

"Kalau dari pengakuan tersangka dia kesal karena sering diganggu korban, padahal tersangka sudah punya istri dan anak," jelas dia.

Dari penangkapan tersebut, tersangka langsung dibawa dan diserahkan oleh Polsek IB I Palembang ke Polres Muara Enim. Tersangka akan diperiksa dan menjalani hukuman di tempat pembunuhan terjadi.

"Tersangka akan diserahkan ke Satreskrim Polres Muara Enim untuk diproses di sana," jelas dia.

2. Tersangka mengaku kesal digerayangi korban

Ilustrasi garis polisi.
Ilustrasi garis polisi. (IDN Times/Arief Rahmat

Sementara, dari keterangan tersangka Andi dirinya mengakui telah membunuh korban. Dirinya diketahui menjerat leher korban menggunakan jilbab yang dikenakan korban hingga meregang nyawa dan membuang jasadnya ke semak-semak kebun nanas.

"Kesal pak dia mau peluk saya terus, saya sudah punya istri. Sempat melawan (korban) makanya saya lilit pakai jilbab. Tahu pak kalau dia mati karena ada darah dan lidahnya menjulur keluar," jelas tersangka Andi.

Dirinya mengakui usai membunuh korban merasa tidak tenang dan ketakutan. Hanya saja, dirinya belum berani menyerahkan diri usai kejadian dan baru memilih menyerahkan diri sepekan setelah kejadian.

"Memang sudah dari kejadian mau nyerahkan diri pak, tapi masih belum berani. Tidak tenang rasanya. Sudah tahu risikonya pak, saya tanggung sendiri," ujar Andi.

3. Tersangka pergi bersama korban ke Muara Enim sepekan lalu

Ilustrasi garis polisi.
Ilustrasi garis polisi. (IDN Times/Mardya Shakti)

Dirinya merunut, kejadian pembunuhan tersebut terjadi 22 Januari silam, berawal dari rencana kepergiannya ke Muara Enim untuk mengembalikan barang yang dipinjamnya kepada kerabatnya.

Namun rencana kepergian itu diketahui korban dan meminta kepada tersangka untuk mengajaknya bersama. Tersangka mengklaim sempat menolak mengajak korban, namun korban memaksa.

"Saya mau berangkat ke dusun balikan terpal ke tempat mamang saya, mau naik travel," ujar Andi.

Dalam perjalanan, Andi akhirnya mengajak korban dan menggunakan motor korban. Dalam perjalanan itulah tersangka mengklaim telah digerayangi korban hingga dirinya kesal dan melakukan pembunuhan.

"Motor korban saya tinggalkan di Lembak kuncinya juga saya buang, beberapa ratus meter berjalan saya lanjut pulang ke Palembang naik travel," jelas dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More

Detik-detik Pembunuhan Lansia di Palembang oleh Tetangga, Mayat Dibakar

28 Jan 2026, 18:42 WIBNews