CFD Ampera Jadi Magnet, Penumpang LRT Palembang Alami Kenaikan

- Jumlah penumpang LRT Palembang melonjak sejak digelarnya Car Free Day (CFD) Ampera, dengan rekor 17.240 pengguna pada 14 Juni 2026, tertinggi sepanjang bulan tersebut.
- Stasiun Ampera menjadi titik tersibuk dengan 3.739 penumpang, disusul Stasiun Asrama Haji, DJKA, dan Bumi Sriwijaya yang juga mencatat lonjakan signifikan di hari yang sama.
- LRT Sumsel diminati karena tarif terjangkau, fasilitas modern, serta integrasi dengan Feeder Musi Emas gratis yang memudahkan mobilitas warga menuju berbagai area di Palembang.
Palembang, IDN Times - Jumlah penumpang Light Rail Transit (LRT) Palembang terus menunjukkan tren peningkatan. Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre III Palembang, Aida Suryanti, mengatakan kenaikan jumlah pengguna LRT tersebut mulai terlihat sejak pelaksanaan Car Free Day (CFD) di kawasan Ampera.
"Peresmian CFD Ampera memberikan dampak yang sangat positif terhadap peningkatan penggunaan LRT Sumsel," ungkap Aida, Rabu (17/6/2026).
1. Stasiun Ampera alami lonjakan penumpang Minggu lalu

Aida menjelaskan, jumlah penumpang LRT Palembang pada Minggu 14 Juni 2026 mencapai 17.240 orang, menjadi angka tertinggi sepanjang Juni 2026. Menurutnya, tren peningkatan tersebut berpotensi terus berlanjut, terutama pada akhir pekan seiring berlangsungnya program Car Free Day (CFD) di kawasan Ampera.
"Stasiun Ampera menjadi stasiun tersibuk pada 14 Juni 2026 dengan melayani sebanyak 3.739 penumpang," jelasnya.
2. LRT Palembang jadi sarana rekreasi masyarakat Palembang

Selain momentum CFD, KAI juga mencatat penggunaan LRT sebagai sarana rekreasi keluarga menuju kawasan Jembatan Ampera turut mendongkrak jumlah penumpang. Aida menyebut, pada hari normal Stasiun Ampera melayani rata-rata sekitar 1.500 penumpang per hari, dan jumlah tersebut cenderung meningkat saat akhir pekan maupun ketika CFD berlangsung.
"Kami mengajak masyarakat untuk terus memanfaatkan LRT Sumsel sebagai pilihan utama transportasi sehari-hari. Selain nyaman dan aman, penggunaan transportasi publik merupakan bentuk kontribusi nyata dalam mendukung mobilitas perkotaan yang modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan," jelasnya.
3. Stasiun lain ikut alami peningkatan penumpang

Selain Stasiun Ampera, sejumlah stasiun lain juga mencatat jumlah penumpang yang tinggi pada hari tersebut. Stasiun Asrama Haji melayani 2.905 penumpang, disusul Stasiun DJKA sebanyak 2.600 penumpang dan Stasiun Bumi Sriwijaya sebanyak 2.211 penumpang.
Aida mengatakan, tingginya minat masyarakat menggunakan LRT tidak terlepas dari berbagai keunggulan yang ditawarkan. Selain bebas dari kemacetan, LRT Sumsel juga memiliki tarif yang terjangkau serta didukung fasilitas yang nyaman dan modern.
Saat ini, tarif LRT Sumsel ditetapkan sebesar Rp5 ribu untuk perjalanan antarstasiun dan Rp10 ribu untuk perjalanan menuju Stasiun Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.
Tak hanya menghubungkan bandara dengan pusat kota hingga kawasan olahraga Jakabaring, LRT Sumsel juga terintegrasi dengan layanan angkutan pengumpan Feeder Musi Emas yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis. Integrasi ini memudahkan penumpang melanjutkan perjalanan ke berbagai tujuan di Kota Palembang.
















