Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cabai dan Emas Sumbang Inflasi Tertinggi di Palembang
Ilustrasi Inflasi (IDN Times/Arief Rahmat)
  • Inflasi Palembang turun 0,78 persen year on year menurut BPS
  • Cabai dan emas menjadi penyumbang inflasi mayoritas di Palembang
  • Lima komoditas penyeimbang inflasi termasuk cabai rawit, bahan bakar rumah tangga, emas perhiasan, dan semangka
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, emas dan cabai menjadi dua komoditas mayoritas penyumbang inflasi atau kenaikan harga di Palembang sepanjang Januari 2025. Meski begitu, secara year on year (yoy) inflasi Palembang melandai tipis.

"Inflasi year on year Januari 2025 terhadap Januari 2024 menurun 0,78 persen," kata Kepala BPS Palembang, Yudhistira Arya Nugraha, dalam rilis yang diterima Senin (3/1/2024).

1. Harga cabai dan emas naik perlahan sepanjang Januari 2025

ilustrasi tabungan emas (pexels.com/Michael Steinberg)

Berdasarkan laporan BPS Palembang, cabai dan emas masih menjadi penyumbang inflasi mayoritas, karena kenaikan harga dalam sebulan terakhir terus naik secara perlahan.

"Kenaikan harga cabai merah di Januari 2025 mencapai 79,76 persen," jelasnya.

2. Harga cabai rawit naik 78,09 persen

Ilustrasi cabai rawit (vecteezy.com/Dody Rachmadi)

Selain cabai dan emas, total ada lima komoditas penyeimbang inflasi di Palembang. Pertama cabai merah, keduacabai Rawit, ketiga bahan bakar rumah tangga, keempat emas perhiasan dan kelima komoditas hortikultura semangka.

"Harga cabai rawit naiknya 78,09 persen. Untuk komoditas lainnya di bawah 10 persen semua. Semangka saja yang relatif tinggi sebesar 22,4 persen," kata Yudhistira.

3. Diskon tarif listrik mendominasi deflasi Palembang

Ilustrasi Deflasi (freepik.com/freepik)

Sementara dari sisi deflasi, BPS Palembang melaporkan diskon tarif listrik mendominasi deflasi Palembang pada Januari 2025 di angka minus 0,47 persen berdasarkan data month to month (mtm).

"Dari 393 komoditas yang dicatat BPS kota Palembang, ada 86 komoditas yang mengalami kenaikan harga, 52 komoditas mengalami penurunan. Sisanya 255 komoditas harganya relatif stabil," jelasnya.

Editorial Team

Related Article