Palembang, IDN Times - Sejumlah masyarakat di Kota Palembang masih mengeluh perihal beras kemasan ukuran 5 kilogram yang sulit ditemukan di pasaran. Padahal, secara nilai ekonomis, kemasan tersebut banyak dicari karena harganya sesuai dengan kemampuan keuangan sebagian besar masyarakat kelas menengah ke bawah.
Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sumatra Selatan Bambang Pramono, kuantitas beras kemasan yang disebut masih minim di pasaran, terutama untuk ukuran 5 kg, disebabkan oleh petani maupun pedagang, lebih memilih menjual gabah ke luar kota.
"Ada perilaku pedagang itu membawa gabahnya itu ke luar Sumsel," ujarnya, dikutip Minggu (20/9/2026).
