Berwisata di Air Terjun Curup Deghian Empat Lawang, Dua Remaja Tewas

Keduanya merupakan rombongan pelajar SMA yang tengah menikmati keindahan alam
Kondisi hujan lebat menyebabkan debit air Sungai Bayau meningkat
Proses pencarian berlangsung dalam kondisi medan yang sulit
Empat Lawang, IDN Times - Dua pelajar SMA dilaporkan meninggal dunia setelah terseret derasnya arus di kawasan Air Terjun Curup Deghian, Desa Sawah, Kecamatan Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang, Jumat (17/5/2026).
Keduanya merupakan rombongan pelajar SMA di Kabupaten Empat Lawang sedang menikmati keindahan alam di air terjun tersebut. Namun korban bernama Zahra Nabila dan Putri Herlina dilaporkan hilang terseret arus Sungai Bayau yang meluap secara tiba-tiba.
1. Kondisi hujan lebat menyebabkan debit air Sungai Bayau meningkat

Peristiwa bermula saat rombongan terdiri dari enam orang pelajar berangkat menuju Air Terjun Bayau di Desa Sawah, Kecamatan Muara Pinang, sekitar pukul 09.00 WIB. Perjalanan ini awalnya direncanakan sebagai agenda jalan-jalan untuk menikmati pemandangan alam di Kabupaten Empat Lawang.
Setelah menempuh perjalanan cukup jauh, pukul 13.30 WIB rombongan tiba di area air terjun. Saat itu, kondisi hujan lebat menyebabkan debit air Sungai Bayau meningkat tajam.
Berdasarkan kesaksian rekan korban yang selamat, Zahra dan Putri sempat berusaha bertahan selama kurang lebih 30 menit di tengah kepungan air yang meluap. Nahas, kekuatan arus lantas menyeret Zahra Nabila dan Putri Herlina yang saat itu dalam posisi saling bergandengan tangan saat mencoba menyeberang. Sementara itu, empat rekan lainnya berhasil menyelamatkan diri ke tepian.
2. Proses pencarian berlangsung dalam kondisi medan sulit

Mendapat laporan kejadian, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, SAR, TNI, Polri, serta masyarakat langsung bergerak ke lokasi. Proses pencarian berlangsung dalam kondisi medan yang sulit serta cuaca yang kurang bersahabat.
Kapolsek Muara Pinang, AKP Dwi Sapriadi, mengatakan kedua korban akhirnya ditemukan menjelang tengah malam.
“Kedua korban ditemukan sekitar jam 11 malam dan langsung dievakuasi oleh tim gabungan bersama warga dan pihak keluarga,” ujarnya.
Jenazah korban kemudian dibawa menggunakan ambulans ke rumah duka masing-masing untuk disemayamkan.
3. Tim gabungan berhasil menemukan kedua korban dalam waktu berbeda

Berdasarkan data Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Empat Lawang, Zahra Nabila merupakan warga Desa Rantau Alih, sedangkan Putri Herlina berasal dari Desa Sarang Bulan, Kecamatan Lintang Kanan.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kabupaten Empat Lawang Fero Ananta mengatakan, tim berhasil menemukan kedua korban dalam waktu berbeda oleh tim gabungan di lokasi kejadian. Kemudian keduanya dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia.
"Korban pertama yang ditemukan atas nama Putri Herlina, lalu disusul korban kedua atas nama Nabila Zahra. Kami mengimbau agar masyarakat lebih waspada saat berwisata di kawasan air terjun dan selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di lokasi wisata alam," ungkapnya.

















