Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bebas Tarif AS, Ekspor Karet Sumsel Bergantung Industri Ban
Petani karet Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Ekspor karet alam Sumatra Selatan tetap bebas tarif ke Amerika Serikat setelah kesepakatan dagang baru antara kedua negara disetujui.
  • Kebijakan ini dinilai positif, namun industri ban AS sebagai pengguna utama karet masih menjadi faktor penentu permintaan global.
  • Vietnam dan Thailand juga mendapat fasilitas bebas tarif serupa, sehingga posisi Indonesia tidak otomatis lebih unggul dalam persaingan harga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Ekspor karet alam Sumatra Selatan (Sumsel) dipastikan tetap bebas tarif ke Amerika Serikat setelah Indonesia berhasil menegosiasikan kebijakan dagang terbaru dengan Negeri Paman Sam.

Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel membenarkan pemberlakuan kebijakan tarif tersebut. Kondisi ini dinilai berpotensi memberikan dampak terhadap komoditas karet alam di daerah.

"Komoditas karet alam termasuk yang dikecualikan dari pengenaan tarif oleh pemerintah Amerika Serikat," ungkap Ketua Gapkindo Sumsel, Alex K Eddy kepada IDN Times, Senin (23/2/2026).

1. Industri ban pengguna karet alam asal Indonesia

Petani karet Sumsel tengah menyadap hasil kebunnya (IDN Times/Rangga Erfizal)

Alex menegaskan, meski Indonesia dan Amerika Serikat menyepakati tarif dagang sebesar 19 persen untuk sejumlah produk, komoditas karet alam tetap dikecualikan dan tidak dikenakan bea masuk.

Namun demikian, ia menilai dinamika kebijakan perdagangan di Amerika Serikat tetap perlu dicermati, sebab perubahan tarif berpotensi memengaruhi industri ban sebagai pengguna utama karet alam, yang pada akhirnya bisa berdampak pada permintaan global.

"Efek domino tetap berpotensi terjadi, terutama terhadap industri pengguna karet seperti sektor manufaktur ban di Amerika Serikat," jelas dia.

2. Perkembangan ekonomi AS berpengaruh ke industri karet

Perkebunan karet Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)

Dirinya menyebut, permintaan karet alam sangat bergantung pada pasar Amerika Serikat. Industri ban menjadi salah satu pengguna utama karet alam, sehingga jika ekonomi AS membaik, permintaan karet diperkirakan ikut meningkat.

"Kami melihat faktor demand atau kebutuhan karet alam di AS, dengan bergeraknya pertumbuhan ekonomi AS maka kebutuhan ban akan ikut meningkat," jelas dia.

3. Pembebasan tarif ekspor tak otomatis buat karet Indonesia lebih unggul

Perkebunan karet Sumsel (IDN Times/Istimewa)

Sejumlah negara produsen karet alam seperti Vietnam dan Thailand juga memperoleh fasilitas serupa untuk pasar Amerika Serikat. Oleh karena itu, Alex menilai kebijakan bebas tarif tidak otomatis membuat posisi Indonesia lebih unggul dalam persaingan harga.

"Sama saja, karena negara produsen lain juga mendapat kebebasan yang sama," jelas dia.

Editorial Team