Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jembatan Ampera di Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • PM2,5 Palembang tercatat 32,50 µg/m³ selama 24 jam, di bawah NAB 55 µg/m³, meski ISPU mencatat Palembang berkategori sedang dengan 84 µg/m³.

  • OKU Selatan dan PALI masuk kategori tidak sehat, dengan konsentrasi PM2,5 masing-masing 110 µg/m³ dan 129 µg/m³ berdasarkan pembaruan ISPU DLH Sumsel.

  • Karhutla Sumsel mencapai 22 kejadian pada 5 November; terpantau 75 hotspot, terutama di Banyuasin dan OKI, yang masih menjadi prioritas pemadaman.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Kualitas udara di Kota Palembang berdasarkan pemantauan partikulat selama 24 jam terakhir masih berada di bawah nilai ambang batas (NAB). Konsentrasi PM2,5 tercatat sebesar 32,50 mikrogram per meter kubik (µg/m³), lebih rendah dari batas yang ditetapkan sebesar 55 µg/m³.

Meski begitu, laporan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumatra Selatan (Sumsel) pada Jumat (6/11/2026) pagi menunjukkan kondisi berbeda di sejumlah daerah. Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) masih masuk kategori tidak sehat.

Kondisi ini terjadi ketika penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih berlangsung di sejumlah wilayah Sumsel. Dalam 24 jam terakhir, pemantauan mencatat 75 titik panas atau hotspot, sementara BPBD melaporkan 22 kejadian kebakaran pada 5 November 2026.

1. Kualitas udara di Palembang membaik

Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Berdasarkan informasi pemantauan kualitas udara Kota Palembang, konsentrasi PM2,5 selama periode 5 November pukul 07.01 WIB hingga 6 November pukul 07.00 WIB mencapai 32,50 µg/m³. Angka tersebut masih berada di bawah NAB PM2,5 sebesar 55 µg/m³ dalam periode 24 jam. Ketentuan ini mengacu pada Baku Mutu Udara Ambien Nasional dalam Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021.

Saat pengukuran berlangsung, kondisi cuaca di Palembang dilaporkan berkabut atau berudara kabur. Partikulat PM2,5 merupakan partikel berukuran lebih kecil dari 2,5 mikrometer yang dapat terhirup hingga masuk ke saluran pernapasan.

Paparan PM2,5 dalam jangka pendek dapat berdampak pada kesehatan jantung dan paru-paru, memicu bronkitis, serta memperburuk serangan asma. Bayi, anak-anak, dan lansia termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian.

2. Udara di OKU Selatan dan PALI masuk kategori tidak sehat

Karhutla yang melanda kawasan Kertapati Palembang (ANTARAFOTO/NOVA WAHYUDI)

Sementara itu, laporan ISPU DLH Sumsel yang diperbarui pukul 06.00 WIB menunjukkan dua daerah masuk kategori tidak sehat. OKU Selatan mencatat konsentrasi PM2,5 sebesar 110 µg/m³. Sedangkan PALI memiliki konsentrasi PM2,5 sebesar 129 µg/m³.

Adapun kualitas udara Palembang dalam laporan ISPU tersebut berada pada kategori sedang dengan konsentrasi PM2,5 sebesar 84 µg/m³. Sejumlah daerah lain juga tercatat dalam kategori sedang, yakni Ogan Ilir sebesar 58 µg/m³, Musi Banyuasin 52 µg/m³, Muara Enim 58 µg/m³, Musi Rawas 75 µg/m³, dan Lahat 76 µg/m.

2. Kejadian karhutla naik menjadi 22 kasus

Karhutla yang melanda kawasan Kertapati Palembang (ANTARAFOTO/NOVA WAHYUDI)

Di tengah pemantauan kualitas udara, kejadian karhutla di Sumsel masih berlangsung. Berdasarkan data BPBD, jumlah kebakaran pada 1 November tercatat 15 kejadian, kemudian meningkat menjadi 17 kejadian pada 2 dan 3 November.

Pada 4 November, jumlahnya sempat turun menjadi 13 kejadian. Namun, pada 5 November kembali meningkat menjadi 22 kejadian. Dari jumlah tersebut, OKI mencatat kejadian terbanyak dengan 10 kasus. Muara Enim dan Banyuasin masing-masing melaporkan tiga kejadian.

Selanjutnya, Musi Banyuasin dan Lubuk Linggau masing-masing mencatat dua kejadian. Sementara Lahat dan PALI masing-masing melaporkan satu kejadian.

4. Pemadaman masih berlangsung di OKI dan Banyuasin

Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Penanganan karhutla masih diprioritaskan di Kabupaten OKI dan Banyuasin. Di OKI, petugas melakukan penanganan di Kecamatan Cengal, Pedamaran Timur, Pampangan, dan Sungai Menang. Sementara itu, di Kabupaten Banyuasin, penanganan difokuskan di kawasan Taman Nasional Sembilang, Kecamatan Banyuasin I.

Dalam pemantauan 24 jam terakhir, jumlah hotspot di Sumsel mencapai 75 titik. Sebaran terbanyak berada di Banyuasin dengan 44 titik, disusul OKI sebanyak 23 titik. Dengan demikian, 67 dari 75 titik panas terpantau di kedua wilayah tersebut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article