Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kesalahan Menyiram Tanaman yang Sering Dilakukan Saat Kemarau
ilustrasi menyiram tanaman (pexels.com/Gustavo Fring)
  • Hindari menyiram saat siang terik karena air cepat menguap; waktu pagi atau sore membantu air meresap lebih optimal ke area perakaran.
  • Jangan menyiram tipis di permukaan atau terlalu sering. Pastikan air mencapai akar, lalu cek kelembapan tanah sekitar dua sentimeter sebelum menyiram lagi.
  • Fokuskan penyiraman pada media di sekitar batang, bukan daun, serta sesuaikan frekuensi dengan jenis tanaman dan fase pertumbuhannya untuk mencegah kelebihan air.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat musim kemarau, tanah memang lebih cepat kering dan tanaman membutuhkan perhatian ekstra. Namun, menambah frekuensi penyiraman tanpa perhitungan bisa membuat media terus basah dan akar sulit mendapatkan oksigen. Akibatnya, tanaman justru lebih rentan mengalami stres dan busuk akar.

Penyiraman yang efektif dimulai dengan memahami kondisi tanah dan kebutuhan tanaman. Jangan hanya terpaku pada tampilan permukaan media karena bagian bawahnya bisa saja masih lembap. Berikut lima kesalahan menyiram yang perlu dihindari agar tanaman tetap sehat saat kemarau.

1. Menyiram tanaman saat matahari sedang terik

ilustrasi menyiram tanaman (pexels.com/Kampus Production)

Hindari menyiram tanaman pada siang hari ketika panas matahari sedang mencapai puncaknya. Suhu yang tinggi membuat air lebih cepat menguap sebelum kelembapan dapat bertahan cukup lama di dalam media. Kondisi ini membuat penggunaan air menjadi kurang efisien, terutama saat musim kemarau.

Cobalah menyiram pada pagi hari sebelum udara terlalu panas atau sore setelah terik mulai mereda. Suhu yang lebih rendah membantu air meresap lebih baik ke area perakaran. Tanaman pun mendapat pasokan air lebih optimal tanpa perlu menyiram berulang kali.

2. Menyiram terlalu sedikit hanya di permukaan tanah

ilustrasi menyiram tanaman (pexels.com/Sarah Dietz)

Kesibukan sehari-hari sering membuat penyiraman dilakukan sekadarnya hingga hanya bagian atas tanah yang terkena air. Cara seperti ini belum tentu cukup karena sebagian besar akar berada beberapa sentimeter di bawah permukaan. Tanaman pun masih bisa mengalami kekurangan air meski media terlihat lembap dari luar.

Agar lebih efektif, berikan air sedikit demi sedikit hingga kelembapan mencapai bagian dalam media. Penyiraman yang merata akan mendorong akar berkembang lebih dalam dan lebih kuat. Dengan sistem perakaran yang sehat, tanaman akan lebih siap menghadapi musim kemarau.

3. Menyiram terlalu sering tanpa mengecek kondisi tanah

ilustrasi menyiram tanaman (unsplash.com/Irene Dávila)

Sering menyiram bukan berarti tanaman akan semakin tahan menghadapi cuaca panas. Jika media tidak sempat mengering, akar bisa berada dalam kondisi terlalu lembap dan kekurangan ruang udara. Situasi tersebut dapat memicu pembusukan akar yang justru mengganggu kesehatan tanaman.

Sebelum menambahkan air, selalu periksa kondisi tanah terlebih dahulu. Tusukkan jari sekitar dua sentimeter ke media dan rasakan apakah bagian dalamnya masih lembap. Jika masih terasa basah, tunda penyiraman sampai lapisan tersebut mulai agak kering.

4. Menyiram daun lebih banyak daripada bagian akar

ilustrasi menyemprot daun tanaman (pexels.com/Ron Lach)

Daun yang berdebu boleh dibersihkan dengan semprotan air, tetapi kebutuhan air tanaman tetap harus dipenuhi lewat media tanam. Akar membutuhkan kelembapan yang cukup agar bisa terus menjalankan fungsi penyerapan dengan baik. Menyiram bagian daun saja tidak akan banyak membantu jika tanah di bawahnya sudah terlalu kering.

Daun yang terus-menerus basah juga berpotensi menjadi tempat tumbuh jamur, terutama jika sirkulasi udara kurang baik. Lebih aman menyiram langsung ke permukaan tanah di sekitar batang. Selain lebih efektif, cara ini membantu menjaga daun tidak terlalu lembap dan mengurangi risiko penyakit.

5. Menggunakan pola penyiraman yang sama untuk semua tanaman

ilustrasi menyiram tanaman (pexels.com/cottonbro studio)

Menyamakan jadwal penyiraman untuk semua tanaman justru bisa menimbulkan masalah. Jenis sukulen seperti kaktus tidak membutuhkan media yang selalu lembap, sementara banyak tanaman tropis lebih menyukai kondisi tanah yang stabil kelembapannya. Kebutuhan air tanaman sayur dan tanaman berbunga juga dapat berubah sesuai fase pertumbuhannya.

Cobalah mengelompokkan pot berdasarkan karakter kebutuhan air masing-masing tanaman. Langkah ini membuat proses penyiraman lebih praktis sekaligus membantu kamu menghindari pemberian air secara berlebihan. Tanaman pun bisa mendapatkan kondisi yang lebih sesuai untuk tumbuh sehat.

Cara menyiram yang benar sangat berpengaruh pada kemampuan tanaman bertahan saat musim kemarau. Kamu perlu lebih cermat melihat kondisi media dan memastikan air benar-benar mencapai zona perakaran. Yuk, perbaiki pola penyiraman mulai sekarang agar kebun tetap hijau dan terawat sepanjang musim kemarau!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article