Transaksi menggunakan mesin EDC mandiri di Centra Tenun Tajung, Kawasan Tuang Kentang, Palembang (IDN Times/Hafidz Trijatnika)
Cerita pelaku usaha seperti Udin berlangsung di tengah geliat pembiayaan UMKM di kawasan ini. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Region II/Sumatera 2 mencatat penyaluran kredit UMKM Rp21,8 triliun per September 2026. Angka itu naik 5,8 persen dari akhir Desember 2025 (year-to-date) yang sebesar Rp20,6 triliun, dan tumbuh 4,1 persen secara tahunan dari Rp20,9 triliun.
Jumlah debitur UMKM mencapai 214 ribu. Itu bertambah sekitar 5 ribu dari Desember 2025 (209 ribu), atau 2,3 persen YTD. Dibandingkan dengan September 2025 (207 ribu), jumlahnya naik 3,4 persen YoY, dengan tambahan sekitar 7 ribu debitur.
Regional CEO Bank Mandiri Region II, Sri Dono Indarto, mengatakan pertumbuhan ini sejalan dengan upaya memperluas inklusi keuangan dan mendorong pelaku usaha lokal naik kelas.
“Akselerasi penyaluran pembiayaan UMKM di wilayah Sumatera 2 menunjukkan optimisme dan geliat aktivitas ekonomi masyarakat yang terus membaik. Kami berkomitmen untuk tidak hanya hadir memberikan dukungan permodalan, tetapi juga mendampingi para pelaku usaha melalui solusi perbankan terintegrasi agar dapat tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menyebut capaian itu ditopang oleh penyaluran kredit yang prudent dan optimalisasi layanan digital. Ke depan, Bank Mandiri Region II akan memperkuat kolaborasi dengan pemangku kepentingan agar pembiayaan makin tepat sasaran.