Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kabut Asap Palembang Masih Pekat, Jadwal Penerbangan Kerap Mundur

Kota Palembang
2 min read
Kabut Asap Palembang Masih Pekat, Jadwal Penerbangan Kerap Mundur
Beberapa penerbangan dari bandara SMB II Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Kabut asap pekat masih menyelimuti Palembang hingga 21 Oktober 2026, mengganggu aktivitas Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II akibat dampak kebakaran hutan dan lahan.

  • Jarak pandang selama sepekan terakhir hanya 50–400 meter, sehingga maskapai mengajukan perubahan jadwal keberangkatan dan kedatangan dari pagi hingga malam.

  • Pengelola bandara mendukung retiming demi keselamatan; saat jarak pandang menurun, penundaan penerbangan dapat berlangsung tiga hingga empat jam dan memperpanjang waktu tunggu penumpang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Kabut asap pekat yang menyelimuti Kota Palembang masih terjadi hingga 21 Oktober 2026. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap gangguan kegiatan sejumlah sektor, terutama aktivitas di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II.

"Penerbangan sering mengalami penyesuaian jam," ujar Airport Operation, Service & Security Division Head Bandara Internasional SMB II Palembang, Verry Rizki Permana, dikutip Rabu (21/10/2026).

  1. 1. Perubahan jadwal terjadi sejak pagi hari

    Area terminal Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang dengan bangunan bandara dan suasana di sekitarnya.
    Bandara SMB II Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Lebih lanjut, dirinya menyampaikan bahwa akibat asap yang kian menebal karena adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banyak jadwal penerbangan di bandara internasional itu terpaksa mundur dari jam yang telah ditetapkan sebelumnya.

    "Dari pagi sampai siang di-retiming, dari sore sampai malam," katanya.

  2. 2. Penyesuaian jadwal dilakukan karena pertimbangan jarak pandang

    Ilustrasi area transportasi di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang dengan kendaraan dan fasilitas bandara.
    Ilustrasi situasi transportasi di Bandara SMB II Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

    Penyesuaian waktu penerbangan, jelasnya, disebabkan oleh jarak pandang yang dalam sepekan terakhir hanya berkisar 50–400 meter dan membuat seluruh maskapai mengajukan perubahan jadwal keberangkatan dan kedatangan pesawat.

    Verry mengatakan, perubahan jadwal atau retiming dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi jarak pandang dan keselamatan penerbangan.

    Melalui penyesuaian tersebut, penerbangan yang semula dijadwalkan pada pagi hari diusulkan untuk bergeser ke siang hari. Sementara, sejumlah penerbangan siang disesuaikan ke sore hingga malam, mengikuti kondisi operasional yang dinilai lebih memungkinkan.

  3. 3. Penundaan penerbangan bisa sampai 4 jam

    Petugas memeriksa dokumen penumpang di area bandara SMB II Palembang sebelum perjalanan dengan pesawat.
    Pemeriksaan dokumen penumpang pesawat bandara SMB II Palembang

    Verry mengatakan pengelola bandara mendukung penyesuaian jadwal yang diajukan maskapai. Langkah tersebut dilakukan untuk mengutamakan keselamatan penerbangan sekaligus mengurangi dampak gangguan operasional terhadap penumpang.

    Ketika kabut asap menurunkan jarak pandang, penerbangan berpotensi mengalami penundaan selama tiga hingga empat jam. Akibatnya, penumpang harus menunggu lebih lama di bandara sebelum dapat melanjutkan perjalanan.

    "Batas jarak pandang untuk pendaratan maupun lepas landas bergantung pada jenis pesawat, fasilitas navigasi, serta prosedur operasional yang berlaku," jelas dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More