Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Warga Sumsel Meninggal Akibat DBD, Kasus Capai 687
Ilustrasi nyamuk aedes aegypti penyebab demam berdarah, IDN Times
  • Empat warga Sumatra Selatan meninggal akibat DBD hingga Maret 2026, dengan total sekitar 600 kasus tercatat oleh Dinas Kesehatan provinsi.
  • Meski jumlah kasus menurun dibanding tahun 2025, angka kematian tetap tinggi di beberapa daerah seperti Lubuk Linggau, Ogan Ilir, dan Banyuasin.
  • Kota Palembang mencatat kasus DBD tertinggi mencapai 243 penderita, dipengaruhi kepadatan penduduk serta potensi peningkatan saat cuaca panas ekstrem.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Empat orang di Sumatera Selatan meninggal dunia akibat Demam Berdarah Dengue (DBD), dengan total sekitar 600 kasus tercatat hingga Maret 2026.
  • Who?
    Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sumatera Selatan, Ira Primadesa, menyampaikan data tersebut kepada media.
  • Where?
    Kasus terjadi di berbagai wilayah Sumatera Selatan, termasuk Lubuk Linggau, Ogan Ilir, Banyuasin, dan Kota Palembang sebagai daerah dengan kasus tertinggi.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Jumat, 27 Maret 2026, berdasarkan data perkembangan kasus hingga bulan yang sama tahun 2026.
  • Why?
    Kematian dan peningkatan kasus DBD dipicu oleh faktor lingkungan serta perubahan cuaca panas ekstrem yang meningkatkan aktivitas nyamuk penular penyakit.
  • How?
    Dinas Kesehatan mencatat jumlah penderita melalui laporan wilayah. Kasus meningkat seiring kondisi suhu tinggi yang mempercepat siklus hidup nyamuk pembawa virus dengue.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di Sumsel ada orang sakit demam berdarah, namanya DBD. Empat orang sudah meninggal karena itu. Katanya ada sekitar enam ratus orang yang kena sakit ini sampai bulan Maret. Di Palembang paling banyak yang sakit, ada dua ratus lebih. Pemerintah masih jaga-jaga karena nyamuk bisa bikin sakit lagi kalau cuaca panas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sumatra Selatan, Ira Primadesa, mengatakan sudah ada empat orang yang meninggal dunia akibat Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Maret 2026 ini.

"Hingga Maret 2026 empat orang meninggal dunia dan keseluruhan kasus (DBD) capai 600-an penderita," ujarnya, Jumat (27/3/2026).

1. Angka DBD di Sumsel turun dibandingkan periode sama pada 2025

gambar nyamuk demam berdarah

Berdasarkan data, statistik kasus DBD di Sumsel pada 2026 terbilang lebih rendah dibandingkan tahun lalu dalam periode yang sama. Yakni, per Maret tahun ini, kasus keseluruhan di angka 687. Sementara pada 2025 berkisar 800-an kasus.

"Sementara DBD sejauh ini menurun jika dibandingkan dengan tahun 2025," katanya.

2. Kasus DBD masih jadi perhatian karena angka kematian tinggi

ilustrasi orang terkena demam berdarah dengue (Pexels.com/cottonbro studio)

Meski mengalami penurunan kasus, DBD masih menjadi perhatian pemerintah. Sebab kata Ira, kasus kematian karena DBD cukup tinggi di sejumlah wilayah Sumsel.

"Tahun ini, kasus meninggal dunia terjadi di Lubuk Linggau dua orang, Ogan Ilir satu orang, dan satu orang di Banyuasin," jelasnya.

3. Cuaca ekstrem picu kasus DBD meningkat

Ilustrasi nyamuk DBD. (Pexels.com/Pixabay)

Lebih lanjut, Ira menyampaikan bahwa Kota Palembang menjadi daerah dengan jumlah kasus DBD tertinggi di Sumsel. Tercatat sudah ada 243 kasus. Tingginya penderita DBD di Palembang juga didukung oleh jumlah jiwa dan rujukan yang tinggi.

"Bisa ada potensi peningkatan kasus, terutama saat perubahan cuaca yang cenderung panas ekstrem. Kondisi ini biasanya akan memicu kenaikan kasus DBD. Karena adanya keterkaitan antara peningkatan suhu, siklus menghisap nyamuk dan kemampuan penularannya," jelas dia.

Editorial Team