Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Jenazah Bus ALS Teridentifikasi, 1 Korban Selamat Masih Dirawat
identifikasi jenazah korban bus ALS di Muratara (Dok. Polda Sumsel)
  • Polda Sumsel merampungkan identifikasi 17 jenazah korban kecelakaan bus ALS dan truk tangki BBM di Muratara setelah hasil DNA empat jasad terakhir dinyatakan cocok dengan data keluarga.

  • Empat jenazah terakhir teridentifikasi sebagai Sukarpi, Suwido Gurning, Sukono Bin Supardi Nasution, dan Karno Bin Salim melalui pencocokan data antemortem dan postmortem yang menunjukkan hasil akurat.

  • Satu korban selamat bernama Ngadiono asal Jawa Tengah masih dirawat di RS Bhayangkara Palembang dan kondisinya berangsur membaik serta akan segera dipulangkan jika sudah pulih.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times -‎ Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sumsel akhirnya resmi merampungkan seluruh proses identifikasi terhadap total 17 jenazah korban kecelakaan maut bus ALS dan Truk Tangki BBM di Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara pada Sabtu (23/5/2026).

Seluruh rangkaian identifikasi dari insiden tragis yang terjadi pada Rabu (6/5/2026) lalu ini sudah didapatkan setelah hasil laboratorium DNA terhadap empat sisa jasad terakhir keluar dan dinyatakan cocok dengan data pihak keluarga. Sementara 1 korban selamat atas nama Ngadiono asal Jawa Tengah saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

1. Tim dokter forensik terlebih dahulu menggelar proses sinkronisasi berkas

identifikasi jenazah korban bus ALS di Muratara (Dok. Polda Sumsel)

Kabid Dokkes Polda Sumatera Selatan, AKBP Andrianto, mengatakan hasil laboratorium sudah diterima pada Jumat (22/5/2026) pukul 18.00 WIB. Berkas hasil pemeriksaan dari laboratorium DNA tersebut berkaitan erat dengan kondisi empat jenazah yang pada waktu sebelumnya memang belum berhasil teridentifikasi secara medis.

"Sebelum mengumumkan hasil akhir tersebut kepada publik, tim dokter forensik terlebih dahulu menggelar proses sinkronisasi berkas pada pagi harinya. Termasuk melakukan rekonsiliasi, yakni pencocokan data antemortem dan data postmortem,” ujarnya.

2. Daftar keempat jenazah terakhir yang sudah teridentifikasi secara medis

identifikasi jenazah korban bus ALS di Muratara (Dok. Polda Sumsel)

Berdasarkan hasil rapat pencocokan berkas rekonsiliasi tersebut, sisa jasad pertama dengan Nomor PM 062 berhasil diidentifikasi sebagai Sukarpi, berjenis kelamin laki-laki, yang merupakan anak biologis dari Marium.

Kemudian, jasad kedua dengan Nomor PM 063 teridentifikasi sebagai Suwido Gurning, berjenis kelamin laki-laki, yang merupakan anak biologis dari Mona Lisa Siahaan.

Selanjutnya, sisa jasad ketiga dengan Nomor PM 064 berhasil diidentifikasi sebagai Sukono Bin Supardi Nasution, yang merupakan ayah biologis dari Zazkiatul Padila. Berdasarkan data administrasi pihak rumah sakit, korban Sukono dilaporkan telah berstatus teridentifikasi oleh tim medis, namun sempat belum diambil oleh pihak keluarganya.

Sementara untuk sisa jasad keempat dengan Nomor PM 065 berhasil diidentifikasi sebagai Karno Bin Salim, berjenis kelamin laki-laki. Jasad Karno dinyatakan teridentifikasi secara valid oleh petugas karena memiliki kecocokan yang sangat identik dengan sampel pembanding langsung di lapangan berupa properti peci milik korban.

3. Hasil laboratorium postmortem menunjukkan seluruh jenazah teridentifikasi jelas

identifikasi jenazah korban bus ALS di Muratara (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Andrianto menambahkan, dari seluruh hasil pengujian sampel postmortem ini, tingkat akurasi identitas jasad terbukti sangat kuat. Adanya kecocokan mutlak antara data antemortem yang diserahkan keluarga dengan data postmortem dari jasad korban memastikan status hukum dan kepemilikan seluruh jenazah kini menjadi sangat jelas.

“Dari hasil laboratorium data postmortem ini, seluruh jenazah sudah teridentifikasi secara jelas karena terdapat kecocokan antara data antemortem dengan data postmortem,” ungkapnya.

Dengan tuntasnya pencocokan data terhadap empat jasad terakhir ini, seluruh proses pencarian identitas korban meninggal dunia dalam kecelakaan menonjol di Kabupaten Muratara tersebut resmi dinyatakan selesai. Pihak kepolisian segera berkoordinasi dengan seluruh ahli waris untuk proses penyerahan sisa jasad agar bisa dibawa pulang ke rumah duka masing-masing.

4. Korban selamat masih dirawat dan dalam waktu dekat segera dipulangkan

identifikasi jenazah korban bus ALS di Muratara (Dok. Polda Sumsel)

Sementara satu korban selamat bernama Ngadiono (44) berangsur membaik dan sudah bisa melakukan beberapa aktivitas sendiri. Lanjut Andrianto, jika nantinya luka bakar korban sudah mulai hilang dan kondisi korban membaik, dalam waktu dekat korban akan dipulangkan ke rumahnya.

"Artinya sudah bisa bergerak sendiri seperti ke kamar mandi, kemungkinan kalau sudah membaik akan dipulangkan ke Pati Jawa Tengah. Terkait apakah akan dioperasi lagi, kami akan lihat situasi. Jika tidak ada jaringan yang rusak lagi maka tidak akan dilakukan operasi dan tinggal perawatan saja," ungkapnya.

Editorial Team