2 Lokasi Pembangunan Tol Betung Terkendala Pengadaan Lahan

Pembangunan Tol Trans Sumatra di Banyuasin terkendala pengadaan lahan di dua titik strategis, yaitu Simpang Sebidang Exit Tol Pangkalan Balai dan Simpang Sebidang Exit Tol Betung.
Bupati Banyuasin Askolani berkomitmen membantu penyelesaian sengketa lahan dengan koordinasi lintas pihak agar proyek tol tidak menghambat pertumbuhan ekonomi daerah.
Hutama Karya optimistis pengadaan lahan rampung bertahap; progres konstruksi Palembang-Betung capai 83 persen dan Betung-Tempino-Jambi 59,47 persen melalui sinergi pemerintah daerah dan perusahaan.
Banyuasin, IDN Times - Proyek pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) yang melintasi wilayah Kabupaten Banyuasin, khususnya Ruas Palembang-Betung Seksi 1 dan 2, serta Ruas Betung-Tempino-Jambi Seksi 1, kini terkendala pengadaan lahan di dua titik strategis.
Permasalahan yang dihadapi dalam proses pengadaan lahan ini tepatnya di lokasi Simpang Sebidang Exit Tol Pangkalan Balai dan Simpang Sebidang Exit Tol Betung. Kedua lokasi tersebut, menjadi titik penting yang memerlukan dukungan dan sinergi berbagai pihak guna memastikan kelancaran pembangunan serta konektivitas akses masyarakat terhadap jalan tol.
1. Bupati pastikan bantu penyelesaian sengketa di lapangan

Bupati Banyuasin, Askolani, menyampaikan komitmennya untuk mendukung penuh pembangunan infrastruktur strategis nasional yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
"Kami akan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala guna membantu penyelesaian berbagai permasalahan yang masih dihadapi di lapangan, khususnya terkait pengadaan tanah," ujarnya dalam audiensi dan koordinasi dengan pihak Hutama Karya.
Ia memastikan untuk turun tangan membantu penyelesaian sengketa di lapangan. Pihaknya mengakui bahwa molornya proyek ini akan merugikan potensi pertumbuhan ekonomi regional.
"Pemkab Banyuasin siap berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk instansi pertanahan dan elemen masyarakat terdampak," tegasnya.
2. Hutama Karya optimis penyelesaian pengadaan lahan tol selesai bertahap

Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengatakan sinergi antara perusahaan dan pemerintah daerah merupakan faktor penting dalam mendukung percepatan penyelesaian proyek JTTS.
"Melalui koordinasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis proses pengadaan lahan dapat diselesaikan secara bertahap sehingga pembangunan Jalan Tol Palembang-Betung dan Betejam dapat berjalan sesuai target dan segera memberikan manfaat bagi masyarakat serta pertumbuhan ekonomi wilayah," ujarnya.
Hamdani menambahkan, Hutama Karya akan terus mengedepankan pendekatan kolaboratif dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat guna memastikan kelancaran pelaksanaan PSN tersebut.
"JTTS merupakan infrastruktur strategis yang akan meningkatkan konektivitas, memperlancar distribusi logistik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumatra. Oleh karena itu, dukungan seluruh pihak sangat diperlukan agar pembangunan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat," jelasnya.
3. Berikut perkembangan dan progres ruas tol Palembang-Betung

Diketahui saat ini perkembangan Ruas Palembang-Betung yang memiliki panjang 69,19 km telah mencapai progres konstruksi sebesar 83,00 persen dan progres pengadaan lahan sebesar 87,45 persen. Sementara itu, Ruas Betung Tempino-Jambi yang memiliki panjang 170,7 km mencatat progres konstruksi sebesar 59,47 persen dan progres pengadaan lahan sebesar 69,18 persen.
Percepatan penyelesaian pengadaan lahan pada sejumlah titik prioritas, menjadi faktor penting untuk mendukung kelancaran pelaksanaan konstruksi dan memastikan proyek dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan Hutama Karya, diharapkan proses penyelesaian pengadaan lahan dapat berjalan lebih optimal sehingga pembangunan JTTS di wilayah Kabupaten Banyuasin dapat berjalan sesuai target penyelesaian dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat serta meningkatkan konektivitas kawasan di Sumsel.


















