Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Butuh Layanan Kesehatan Darurat? Warga Padang Bisa Lakukan Ini
Ilustrasi pasien sakit di rumah sakit (pexels.com/Anna Shvets
  • Pemerintah Kota Padang meluncurkan layanan PSC 119 agar warga yang sakit dan tak bisa ke fasilitas kesehatan tetap mendapat pertolongan medis cepat di rumah.
  • Layanan PSC 119 beroperasi gratis 24 jam dengan sistem triase empat zona untuk menentukan prioritas penanganan pasien darurat hingga non-darurat.
  • Dinas Kesehatan Padang menyoroti masih banyaknya panggilan iseng ke nomor 119 yang mengganggu kinerja layanan dan mengimbau masyarakat hanya menelepon saat kondisi darurat medis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Padang, IDN Times - Warga Kota Padang yang mengalami sakit dan tidak bisa pergi ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) atau rumah sakit bisa langsung menghubungi Layanan Public Safety Center (PSC) 119.

Dengan begitu, para dokter warga akan datang untuk memberikan pelayanan kesehatan awal hingga mendampingi warga tersebut hingga mendapatkan pelayanan kesehatan yang seharusnya.

"Ini merupakan program kita di Kota Padang untuk mempercepat respons penanganan kedaruratan sekaligus mendekatkan akses pelayanan medis primer bagi seluruh lapisan masyarakat," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Srikurnia Yati.

1. Diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu

Kadis Kesehatan Padang, Niakurnia Yati (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

​Srikurnia Yati mengatakan bahwa program itu merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat prasejahtera yang mengalami sakit parah namun kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan.

"Melalui integrasi tim kedaruratan, tenaga medis siap diterjunkan langsung ke rumah warga. Bagi saudara-saudara kita yang butuh pelayanan kesehatan tapi kondisi ekonominya tidak mampu, tergeletak sakit di rumah atau kos-kosan, silakan hubungi 119 atau contact person Puskesmas setempat," katanya.

Menurutnya, setelah dihubungi nantinya tim dokter darga siap turun langsung memeriksa, mendampingi secara berkala setiap bulan, dan merujuk ke rumah sakit jika diperlukan.

2. Bagaimana teknis pelayanan dokter warga?

Ilustrasi pemeriksaan kesehatan Tim kesehatan BKK debarkasi Padang memberikan obat kepada seorang jemaah yang mengalami hiper tensi (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Padang, Irwandi memaparkan teknis penanggulangan gawat darurat terpadu melalui Call Center 119.

"Layanan ini dapat diakses 24 jam secara gratis guna menekan angka fatalitas dan kecacatan pada kasus kritis, seperti serangan jantung atau kecelakaan," katanya.

​Irwandi mengatakan bahwa dalam operasionalnya, petugas menerapkan klasifikasi Triase yang membagi pasien ke dalam empat kategori warna.

"Zona Merah untuk kondisi kritis mengancam jiwa (prioritas utama), Zona Kuning untuk kondisi berat non-ancaman jiwa langsung, Zona Hijau untuk kategori non-darurat, dan Zona Hitam untuk pasien yang telah meninggal dunia," katanya.

3. Masih banyak panggilan palsu

Ilustrasi Telpon

​Irwandi menyayangkan masih tingginya angka panggilan iseng (prank calls) atau panggilan tanpa suara dari oknum tidak bertanggung jawab pada layanan 119 tersebut.

"Di sistem Kementerian Kesehatan, panggilan iseng tersebut tetap terdata sebagai panggilan tidak tertangani yang menurunkan nilai performa PSC 119 Kota Padang di tingkat nasional. Kami mengimbau masyarakat untuk bijak dan hanya menghubungi nomor tersebut dalam situasi darurat medis nyata," katanya.

​Hingga saat ini, pelayanan medis diperkuat oleh seluruh Rumah Sakit di Kota Padang dan 9 Puskesmas gawat darurat yang siaga 24 jam. Dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat, operator ditargetkan menyelesaikan triase dalam 5 menit pertama, dan tim medis tiba di lokasi rumah warga dalam waktu 15 menit berikutnya.

Editorial Team

Related Article