Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Warga Sumsel Kena PHK di Tanggerang, Gubernur: Pemda Akan Cari Solusi
Gubernur Sumsel, Herman Deru (IDN Times/Rangga Erfizal)

Palembang, IDN Times - Dua warga Sumatera Selatan terkatung-katung usai dipecat dari sebuah pabrik di Jatiuwung, Kota Tanggerang beberapa waktu lalu. Nasib kedua orang tersebut, E dan J sempat tidak jelas setelah sebelumnya dikabarkan tidak sanggup membayar kontrakan hingga diusir dan kini ditampung oleh Dinas Sosial setempat. 

Saat ditemui IDN Times, Jumat (8/5), Gubernur Sumsel, Herman Deru mengakui jika kabar tersebut sudah sampai di telinganya. Dirinya pun mengaku prihatin terhadap warganya yang kesulitan akibat dampak pandemik COVID-19.

"Saya sudah terpikir juga dengan mereka. Nanti setelah kita dapat data, kita harus ambil tindakan," ungkap Deru di kantor Gubernur Sumsel, Jumat petang.

1. Gubernur Sumsel berjanji ambil langkah konkret memulangkan kedua warga itu

Herman Deru saat menyampaikan masalah PSBB Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Langkah konkret yang akan diambil pihaknya, saat ini akan mencarikan solusi bagi mereka agar tidak kesulitan di tanah rantau. Apa lagi jika kondisi keduanya sudah tidak mampu lagi untuk bertahan hidup dan kesulitan mencari makan.

"Kalau mereka sudi dan KTP-nya masih Sumsel, kita akan mencarikan solusi bekerja di sini atau minimal kita pulangkan," jelas dia.

2. Pemkot dan pemkab akan dilibatkan dalam proses pemulangan kedua warga Sumsel itu

Ilustrasi PHK (IDN Times/Arief Rahmat)

Mantan Bupati OKU Timur itu menilai, proses pemulangan tengah disusun oleh pemerintah daerah baik itu Pemerintah Provinsi ataupun kota dan kabupaten. Dia menekankan pentingnya KTP kedua warga tersebut agar dirinya bisa mengambil langkah yang tepat pada proses pemulangan.

"Kita lihat skemannya, bisa melalui pemprov langsung, bisa dari pemkot atau pemda tempat mereka berdomisili," ujar dia.

3. Pemprov klaim sudah berpengalaman memulangkan warga Sumsel

Ilustrasi situasi di perusahaan. (IDN Times/Arief Rahmat)

Menurutnya, langkah pemulangan bisa saja dilakukan dalam waktu dekat. Pihaknya mengaku sudah berpengalaman dalam memulangkan warga Sumsel yang terdampak COVID-19 di luar negeri.

"Kalau mereka dalam kondisi menjadi sulit kehidupannya termasuk makan, bila perlu kita ongkosi. Sebab yang dari luar negeri saja kita ongkosi pulang," tutup dia.

Editorial Team

Related Article