Warga Desa Remban Muratara Terisolir Usai Banjir Bandang

- Banjir bandang di Musi Rawas Utara mengakibatkan warga di Desa Remban terisolir dan tak dapat mengakses listrik karena gardu terendam banjir.
- Lahan sawah yang sudah siap panen gagal karena banjir, dengan total 800 rumah terdampak dan aktivitas sekolah diliburkan.
- Warga Desa Remban mendirikan posko penanganan darurat secara kolektif untuk memenuhi kebutuhan makan warga, sementara belum ada bantuan dari pemerintah.
Musi Rawas Utara, IDN Times - Banjir bandang di Musi Rawas Utara (Muratara) mengakibatkan warga di Desa Remban terisolir. Sejak air merendam desa, warga tak dapat mengakses listrik karena gardu terendam banjir.
"PLN yang memadamkan listrik karena di daerah Rupit dan Rawas Ilir sudah ada gardu yang terendam," ungkap warga Remban, Tanil Nurdin, Jumat (12/1/2024).
1. Sawah gagal panen

Tak hanya kesulitan listrik, warga pun harus mengalami kerugian akibat gagal panen. Lahan sawah yang berada di sana sudah siap panen, namun banjir keburu merendam sawah warga.
"Lahan sawas 90 persen gagal panen, padahal masyarakat sudah siap panen," jelas dia.
2. Banjir 1,5 meter rendam 800 rumah

Tanil menyebutkan sejauh ini sudah ada lima kampung di Desa Remban yang terendam banjir. Rata-rata banjir setinggi 1,5 meter dengan total 800 rumah terdampak.
"Kampung 5 itu banjirnya setinggi 1,5 meter dan untuk kampung 1, 2, 3, dan 4 ada 50 sentimeter, 80 persen Desa Remban terkena banjir," jelas dia.
Aktivitas sekolah di sana seperti Paud, TK, dan SD, ikut terendam sehingga aktivitas belajar diliburkan.
"Ada enam sekolah yang terendam banjir," singkat Tanil.
3. Warga sebut belum ada bantuan pemerintah

Warga Desa Remban sedang bahu membahu mendirikan posko penanganan darurat untuk memebunuhi kebutuhan makan warga. Dapur umum tersebut disiapkan untuk menyiapkan makan siang dan malam.
"Kita buka posko untuk warga dan ini dana kolektif, sejauh ini belum ada bantuan dari pemerintah," tutup dia.



















