Palembang, IDN Times - Bencana alam kerap terjadi di Sumatera Selatan (Sumsel) sejak awal 2020. Ratusan hektare sawah, ribuan rumah, puluhan jembatan dan infrastruktur lainnya, terdampak bencana alam seperti banjir dan longsor.
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumsel, organisasi non profit yang fokus pada lingkungan, mencatat telah terjadi puluhan kasus bencana yang memporandakan 15 kabupaten dan kota di Bumi Sriwijaya. Walhi mengkritisi pemerintah yang lamban melakukan pencegahan dan pengurangan dampak (mitigasi) terhadap bencana alam di Sumsel.
"Kalau melihat kejadian intensitas bencana dari awal tahun, beberapa kejadian berhasil menimbulkan kerugian material dan jiwa akibat bencana alam. Rata-rata kejadian adalah banjir dan longsor," ujar Manager Pengelolaan Sumber Daya dan Organisasi dari Walhi Sumsel, Deni Arian Nando kepada IDN Times, Kamis (4/6).
