Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Viral di Media Sosial Siswi SMP di Muba Jadi Korban Perundungan

Viral di Media Sosial Siswi SMP di Muba Jadi Korban Perundungan
Korban perundungan di Muba viral di medsos usai dipaksa bersujud (Dok: istimewa)
Intinya Sih
  • Pelajar SMP Negeri 5 Sekayu viral karena perundungan terhadap siswi AYP (14) yang dipaksa bersujud dan mendapat kekerasan fisik serta psikis.
  • Keluarga korban tidak terima dengan perlakuan tersebut, namun pihak sekolah tidak memberikan hukuman kepada para pelaku perundungan.
  • Kepala Dinas Pendidikan Muba menampik adanya dugaan perundungan dan menyebut video tersebut sebagai bagian dari pembelajaran lintas disiplin ilmu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Musi Banyuasin, IDN Times - Sekelompok pelajar SMP Negeri 5 Sekayu, Musi Banyuasin (Muba) viral setelah melakukan aksi perundungan di dalam sebuah kelas. Kasus tersebut diduga menimpa siswi bernama AYP (14) siswi dirundung rekan sekelasnya.

Korban dirundung dengan cara dimaki dengan kata-kata kasar menggunakan bahasa daerah. Korban dipaksa bersujud untuk mencium kaki rekannya sesama pelajar.

1. Korban diduga dirundung lima pelajar perempuan

Korban perundungan di Muba viral di medsos usai dipaksa bersujud (Dok: istimewa)
Korban perundungan di Muba viral di medsos usai dipaksa bersujud (Dok: istimewa)

Video berdurasi tiga menit tersebut menampilkan aksi perundungan dimana korban mendapat beragam kekerasan fisik dan psikis. Korban hanya bisa tertunduk karena dirundung rekan-rekannya tanpa mengeluarkan kata-kata.

Kakak perempuan korban, Tari angkat bicara setelah video perundungan tersebut tersebar. Kepada awak media Tari mengatakan kasus ini terjadi pada Rabu, (28/8/2024) saat berada di sekolah.

"Adik kami pulang dalam posisi jilbab sudah robek, dikening benjol. Terus dia bilang mau pindah sekolah karena takut dibully 5 orang," ungkap Tari, Jumat (6/9/2024).

2. Sudah ada upaya mediasi dilakukan sekolah

Gambar Ilustrasi Bullying (pexels/mikhail-nilov)
Gambar Ilustrasi Bullying (pexels/mikhail-nilov)

Pihak keluarga pun tak terima dengan perundungan yang ada. Pasalnya selain mengalami benjolan di kepala, korban juga mengalami sakit pada bagian pinggang lantaran ditendang. Saat akan berangkat sekolah, korban pun mengalami ketakutan.

"Esoknya pada tanggal 28 papa kami langsung ke sekolah dan cuma diselesaikan di kantor. Setelah kejadian itu malah kami dapat kabar, mereka ngebully kawan yang lain," jelas dia.

Usaha untuk mendapat keadilan telah dilakukan pihak keluarga dengan meminta penjelasan pihak sekolah. Hanya saja, pihak sekolah terasa acuh dan tak memberikan hukuman kepada para pelaku perundungan.

"Ini cuma disuruh selesaikan masalah di sekolah, habis itu pelaku cuma disuruh mengerjakan tugas sekolah. Kok mereka (pihak sekolah) bisa sepele dengan mental anak-anak, masalahnya adik saya jadi takut setiap mau pergi skolah karena terbayang-bayang perilaku temannya," ungkap Tari.

3. Pelaku justru merundung siswa lain

ilustrasi kekerasan terhadap anak. (IDN Times/Mardya Shakti)
ilustrasi kekerasan terhadap anak. (IDN Times/Mardya Shakti)

Tari mengatakan, dua rekan adiknya yang juga mendapat perundungan telah ikut bersuara. Mereka mendatangi sekolah untuk mendapatkan keadilan. Hanya saja, pihak sekolah masih tidak terima karena kasus ini kadung viral di media sosial.

"Sekarang kepala sekolahnya masih belum memberikan efek jera ke pelaku perundungan. Kami berharap pelaku diskor agar kasus ini tidak berlarut," jelas dia.

4. Dikbud sebut video viral bagian dari pelajaran P5

Dok. Ilustrasi perundungan alias pembullyan (wahananews.co)
Dok. Ilustrasi perundungan alias pembullyan (wahananews.co)

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muba, Iskandar Syahrianto menampik adanya dugaan perundungan. Dirinya meminta awak media menanyakan langsung kasus ke pihak sekolah.

"Insya Allah hari ini ada penyelesaian kasusnya," jelas dia.

Iskandar mengklaim video yang beredar merupakan pelatihan pelajaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau P5.

"Ini merupakan pembelajaran lintas disiplin ilmu yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan merumuskan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitar," jelas dia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rangga Erfizal
Martin Tobing
Rangga Erfizal
EditorRangga Erfizal

Latest News Sumatera Selatan

See More